Ragam Respons soal PAN Usulkan Zulhas Dampingi Prabowo pada Pilpres 2029
Partai Amanat Nasional (PAN) memberi sinyal bakal kembali mendukung Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Partai Amanat Nasional (PAN) memberi sinyal bakal kembali mendukung Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.
- Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai usulan PAN agar Zulhas mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029 sebagai hal yang wajar.
- Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan tetap fokus bekerja sebagai pembantu Presiden Prabowo.
TRIBUNNEWS.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) memberi sinyal bakal kembali mendukung Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Bahkan, PAN juga membuka peluang menduetkan Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas.
“Gini, bagi saya ya, bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold. Tentu saya mau dukung Pak Zulhas."
"Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulkifli Hasan mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia meyakini, mengusung Zulhas mendampingi Prabowo akan berdampak positif terhadap suara PAN pada Pemilu mendatang.
“Tentu, itu dan saya bagi saya itu juga akan menghidupkan mesin partai ya. Kader-kader juga akan tergerak untuk mendukung ketua umumnya."
"Saya bisa pastikan suara, perolehan suara partai nanti akan melonjak nanti di 2029,” ujar Wakil Ketua MPR RI itu.
Eddy menekankan dukungan PAN kepada Prabowo merupakan pilihan yang sudah final dan tidak lagi menjadi perdebatan di internal partai.
Pernyataan tersebut telah mendapatkan komentar dari sejumlah pihak, sebagai berikut.
Baca juga: Zulhas soal Stabilitas Harga Pangan di Rapim Polri 2026: Kalau Kapolri Turun, Tengkulak Reda
1. NasDem
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai usulan PAN agar Zulhas mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029 sebagai hal yang wajar.
"Itu kan urusan internal partai ya. Jadi kalau partai usulin itu kan wajar aja, biasa saja," kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Namun, Saan menyatakan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo.
"Tapi kan tergantung juga nanti kepada Pak Prabowo sendiri ya. Jadi itu urusan internal masing-masing dan kita hormati saja. Kita hormati dan kita hargai," ujarnya.
Saan juga menilai wacana Prabowo maju untuk periode kedua merupakan hal yang lumrah.
Ia menyinggung hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo yang dinilainya sangat tinggi.
"Pak Prabowo untuknya maju di periode kedua menurut saya itu kan hal yang wajar ya," ucapnya.
Ia menyebut, tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo saat ini berada di kisaran 80 persen.
"Jadi menurut saya wajar lah kalau misalnya ada wacana yang mengusulkan 2 periode," ungkap Saan.
2. PSI
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni merespons wacana PAN yang membuka peluang mengusung Zulhas sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.
Raja Juli menegaskan fokus utama partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan saat ini semestinya tidak terpecah oleh wacana kontestasi lima tahunan mendatang.
Ia mengingatkan pentingnya konsolidasi internal untuk memastikan agenda pemerintahan berjalan optimal.
“Bagi PSI hari-hari ini anggota koalisi hedaknya menyibukan diri mensukseskan program-program Pak Prabowo Subianto. Yang paling penting semua kompak dulu sukseskan program Pak Prabowo," katanya kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Ia menekankan, keberhasilan program pemerintahan Presiden Prabowo menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh partai pendukung.
Menurutnya, soliditas koalisi menjadi kunci agar agenda-agenda strategis pemerintahan dapat terealisasi.
Terkait penentuan cawapres pada Pilpres 2029, Menteri Kehutanan (Menhut) itu berpandangan pembahasan tersebut masih terlalu dini.
Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan politik itu kepada Presiden Prabowo sebagai pemimpin tertinggi koalisi.
“Kalau sudah sukses, soal Cawapres 2029 kita serahkan kepada Pak Prabowo, sebagai pimpinan tertinggi kita," tegas Raja Juli.
Raja Juli juga mengingatkan posisi Prabowo sebagai figur sentral yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan pasangan yang akan mendampinginya kelak.
Ia menyebut keputusan tersebut sebaiknya mempertimbangkan kenyamanan kerja serta penerimaan publik.
“Biar pemimipin tertinggi, bos kita yang menentukan siapa pendamping yang membuat beliau nyaman dan diterima juga oleh masyarakat," ungkapnya.
Terkait langkah PAN, Raja Juli menilai, sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik koalisi.
Menurutnya, setiap partai memiliki hak dan ruang untuk menyampaikan aspirasi politik masing-masing.
“Bagus saja kalau PAN mencalonkan Pak Zul sebagai Cawapres. Saya doakan Pak Zul sehat walafiat menuju 2029," tuturnya.
3. Gibran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi dengan santai manuver politik PAN yang memberi sinyal mengusung Zulhas sebagai cawapres pendamping Prabowo pada Pilpres 2029.
Gibran menegaskan tetap fokus bekerja sebagai pembantu Presiden Prabowo.
“Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik,” kata Gibran dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, ke depan akan tetap fokus bekerja agar program pemerintah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya akan tetap fokus bekerja agar program dan visi Bapak Presiden dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
(Tribunnews.com/Deni/Taufik/Reza/Fersianus)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.