Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

MUI Ingatkan Risiko Pengiriman Tentara Indonesia ke Gaza: Bisa Terperangkap Agenda AS dan Israel

Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menyikapi isu pengiriman tentara Indonesia ke Jalur Gaza.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in MUI Ingatkan Risiko Pengiriman Tentara Indonesia ke Gaza: Bisa Terperangkap Agenda AS dan Israel
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampaow
JEBAKAN AS - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menyikapi isu pengiriman tentara Indonesia ke Jalur Gaza. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua MUI Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menyikapi isu pengiriman tentara Indonesia ke Jalur Gaza. 
  • Peringatan ini muncul setelah adanya pemberitaan mengenai rencana pengiriman 5.000–8.000 personel TNI melalui skema International Stabilization Force (ISF).
  • Sudarnoto menjelaskan bahwa ISF berada di bawah kendali Amerika Serikat dan diarahkan untuk menciptakan stabilitas Gaza pascakonflik.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menyikapi isu pengiriman tentara Indonesia ke Jalur Gaza.

Hal ini disampaikan menyusul munculnya pemberitaan soal rencana pengiriman 5.000 hingga 8.000 personel TNI ke Gaza lewat International Stabilization Force (ISF). 

"Pengiriman tentara dalam kerangka ISF ini, sejauh yang saya ketahui, berada di bawah kendali Amerika Serikat dan diarahkan untuk menciptakan stabilitas wilayah Gaza pascakonflik," kata Sudarnoto dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, konsep ISF sejatinya sejalan dengan agenda demiliterisasi Gaza dan Palestina secara keseluruhan, yang berimplikasi pada pelucutan senjata Hamas. 

Dalam logika ISF, kata Sudarnoto, selama Hamas masih ada dan bersenjata, stabilitas wilayah dianggap tidak akan terwujud.

"Yang menjadi sasaran pelucutan senjata adalah Hamas, bukan tentara Israel. Ini yang sangat problematik," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sudarnoto menilai misi perdamaian dalam perspektif ISF justru sangat berbahaya.

Dirinya mengungkapkan ISF belum menjadi entitas resmi di bawah mandat Dewan Keamanan PBB seperti UNIFIL di Lebanon atau UNDOF di Dataran Tinggi Golan.

"Indonesia harus sangat berhati-hati agar tidak terperangkap dalam agenda hegemonik Amerika dan Israel yang pada akhirnya bertujuan menundukkan Gaza dan Palestina," katanya. 

Ia juga mengingatkan, tanpa perhitungan matang, pengiriman tentara Indonesia ke Gaza berpotensi menempatkan TNI berhadapan langsung dengan Hamas. 

Menurutnya, situasi tersebut tidak boleh terjadi karena dapat merusak reputasi Indonesia yang selama ini dikenal konsisten membela perjuangan rakyat Palestina.

"ISF bukan instrumen perdamaian dan bukan pula instrumen kemerdekaan Palestina. Sementara Indonesia selama ini memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan penghapusan penjajahan, termasuk penjajahan Israel," kata Sudarnoto.

Pemerintah, kata Sudarnoto, harus meninjau ulang wacana pengiriman tentara Indonesia ke Gaza apabila dilakukan dalam kerangka ISF.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas