3 Paket Stimulus Ekonomi Lebaran 2026, Ada Diskon Tarif Kereta Api 30 Persen
Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 jelang Ramadan dan Idulfitri untuk diskon transportasi, WFA, dan bantuan pangan.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Pemerintah luncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 jelang Ramadan dan Idulfitri, dengan anggaran Rp911,16 miliar untuk diskon transportasi, WFA, dan bantuan pangan.
- Diskon transportasi Lebaran 2026 meliputi kereta api 30 persen, angkutan laut 30 persen, penyeberangan 100 persen jasa kepelabuhanan, dan tiket pesawat 17–18 persen.
- Pemerintah juga menerapkan WFA selama 5 hari serta menyalurkan bantuan pangan untuk 35,04 juta KPM berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama 2 bulan.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026, pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup diskon tarif transportasi, kebijakan work from anywhere (WFA), serta bantuan pangan bagi masyarakat.
Peluncuran program ini dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/02/2026).
"Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun nonAPBN," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari setneg.go.id, Rabu (11/2/2026).
Airlangga menjelaskan, paket stimulus ini tidak hanya bertujuan menunjang mobilitas masyarakat saat periode libur keagamaan seperti Idulfitri dan Natal-Tahun Baru (Nataru), tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan sektor pariwisata.
"Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran/Idulfitri 2025 itu mencapai 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta. Secara year-on-year satu tahun di tahun 2025 itu, pertumbuhan ekonomi 5,11 persen dan pada Desember kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) 1,41 juta dan wisnus (wisatawan nusantara) 105,98 juta," ujarnya.
Rincian Diskon Tarif Transportasi Lebaran 2026
Lebih lanjut, Airlangga merinci diskon tarif transportasi yang diberikan pada Paket Stimulus I-2026, yaitu:
- Diskon tarif kereta api sebesar 30 persen dari harga tiket, untuk perjalanan periode tanggal 14 s.d 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.
- Diskon tarif angkutan laut sebesar 30 persen dari tarif dasar, untuk perjalanan periode tanggal 11 Maret s.d 5 April 2026, dengan target 445 ribu penumpang.
- Diskon tarif angkutan penyeberangan sebesar 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan, untuk perjalanan periode tanggal 12 s.d 31 Maret 2026, dengan target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
- Diskon tarif angkutan udara sebesar 17-18 persen untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri, untuk perjalanan periode tanggal 14 s.d 29 Maret 2026, dengan target targetnya 3,3 juta penumpang.
Baca juga: Pelita Air Diskon Tiket Pesawat hingga 27 Persen di Mudik Lebaran 2026
Penerapan WFA ASN dan Pekerja Swasta
Untuk mengoptimalkan mobilitas dan memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan selama libur Idulfitri 2026, pemerintah juga menerapkan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta.
Skema WFA atau flexible working arrangement (FWA) berlaku selama lima hari, yaitu pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
"Untuk penerapan FWA bagi para pegawai ASN, diterbitkan Surat Edaran (SE) dari Menteri PAN RB, sedangkan untuk pelaksanaan WFA bagi para pekerja swasta akan diterbitkan SE dari Menteri Ketenagakerjaan," ujar Airlangga.
Bantuan Pangan untuk 35,04 Juta KPM
Selain diskon transportasi dan kebijakan WFA, pemerintah juga memperkuat daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
Bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun.
Program ini menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1–4.
Airlangga pun meminta pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan pangan ini.
"Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan," paparnya.
(Tribunnews.com/Latifah)