RSCM Tegaskan Layanan Tetap Jalan Meski BPJS PBI Nonaktif: Silakan Datang, Administrasi Belakangan
Persoalan status administrasi tidak menjadi penghalang penanganan medis. Menurut dia, BPJS PBI yang mendadak tidak aktif juga tetap akan dilayani
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- RSCM menegaskan pelayanan kepada pasien tetap berjalan meski terdapat persoalan penonaktifan BPJS PBI atau Penerima Bantuan Iuran
- Keselamatan pasien dinilai menjadi prioritas utama dibanding administrasi
- Persoalan status administrasi tidak menjadi penghalang penanganan medis. Menurut dia, BPJS PBI yang mendadak tidak aktif juga tetap akan dilayani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan pelayanan kepada pasien tetap berjalan meski terdapat persoalan penonaktifan BPJS PBI atau Penerima Bantuan Iuran.
Keselamatan pasien dinilai menjadi prioritas utama dibanding administrasi.
Baca juga: Menkes Sebut Anggaran Rp15M untuk Reaktivasi BPJS Tak Sebesar Risiko Kematian Pasien Katastropik
Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan, SpJP(K), Ph.D, MARS, mengatakan RSCM menerapkan prinsip patient first dalam setiap layanan.
“RSCM selalu menerapkan Patient First ya. Layani pasiennya dulu, administrasi belakangan. Dan bahkan RSCM pada kasus-kasus yang amat sangat catastrophic, misalnya serangan jantung, itu nyawa ya, seperti juga stroke. Silakan datang ke RSCM kapanpun. Akan ditangani dulu. Urusan administrasi belakangan ya. Pasiennya terselamatkan nyawanya dulu. Administrasi mengikuti,” kata Renan dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Fraksi PDIP Sebut BPJS Gratis Bisa Tercapai: Hanya Butuh Kemauan Politik Pemerintah
Ia menegaskan, persoalan status administrasi tidak menjadi penghalang penanganan medis. Menurut dia, BPJS PBI yang mendadak tidak aktif juga tetap akan dilayani.
“Kalau dia tidak aktif, kita layani,” ujarnya.
Renan menyebut, dalam dua hari terakhir terdapat dua pasien dengan status PBI sempat tidak aktif. Namun keduanya tetap mendapatkan pelayanan medis.
“Nomor satu layanan enggak usah khawatir. Silakan datang ke semua layanan rumah sakit, apalagi rumah sakit vertikal, rumah sakit daerah seperti yang disampaikan pemerintah, kita semua akan dilayani dengan baik. Keberhasilan, keselamatan pasien nomor satu. Administrasi mengikuti,” ucapnya.
Menurutnya, pasien yang tidak termasuk kategori catastrophic tetap dilayani sambil mengurus kembali status kepesertaan.
“Kebetulan ini bukan termasuk yang reaktivasi otomatis ya. Dia tidak tergolong catastrophic. Ya penyakitnya anemia ya, satu lagi,” katanya.
Layani 1,5 Juta Pasien per Tahun
Renan memaparkan, RSCM melayani sekitar 1,5 juta pasien sepanjang 2025. Sebagian besar merupakan pasien dengan kondisi penyakit lanjut dan membutuhkan perawatan intensif.
“Setahun RSCM ini melayani pasien 1,5 juta pasien datang ke RSCM 2025 ya. Jadi bayangkan Bapak Ibu, 1,5 juta pasien datang ke RSCM kami layani dengan macam-macam penyakit ya. Dan masalahnya ke RSCM hampir semua pasien-pasien dengan penyakit yang sudah sangat lanjut,” ujarnya.
Baca juga: Profil Achmad Ruyat, Anggota DPR yang Kritik Skema Reaktivasi BPJS PBI
Untuk layanan hemodialisis atau cuci darah, RSCM menangani sekitar 27.000 hingga 28.000 pasien per tahun dengan rata-rata lebih dari 100 pasien per hari.
Ia menegaskan, layanan cuci darah tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
“RSCM setahun melayani pasien sekitar 27 sampai 28 ribu pasien cuci darah di RSCM. Sehari bisa kurang lebih 100 pasien ya, lebih ya kita akan layani di sini,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan