Eks Pendukung Jokowi Jadi Ahli Roy Suryo cs, Refly Harun: Tak Cuma Ringankan, tapi Juga Membebaskan
Refly Harun berseloroh, M Sobary dulunya adalah Termul alias pendukung Jokowi, tetapi kini sadar dan berbalik mendukung Roy Suryo cs.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Budayawan M Sobary adalah satu di antara tiga orang ahli yang didatangkan Roy Suryo cs ke penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus ijazah Jokowi, Kamis (12/2/2026).
- Refly Harun selaku kuasa hukum Roy Suryo cs bilang, kehadiran Mohamad Sobary tidak hanya meringankan tetapi juga akan membebaskan kliennya.
- Menurut Refly, M Sobary dulunya adalah Termul atau Ternak Mulyono, sebutan bagi kelompok yang loyal sekaligus senantiasa membela Jokowi, tetapi sekarang sudah sadar.
TRIBUNNEWS.COM - Salah satu kuasa hukum pakar telematika Roy Suryo cs di kasus tudingan ijazah palsu Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Refly Harun, menyebut kehadiran Mohamad Sobary tidak hanya meringankan tetapi juga akan membebaskan kliennya.
Mohamad Sobary atau M Sobary adalah seorang budayawan sekaligus peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Ia merupakan satu di antara tiga orang ahli yang didatangkan Roy Suryo cs ke penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus ijazah Jokowi.
Dua ahli lainnya adalah Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno dan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Dengan bercanda, Refly menyebut, M Sobary dulunya adalah Termul atau Ternak Mulyono, sebutan bagi kelompok yang loyal sekaligus senantiasa membela Jokowi.
Namun, kini menurut Refly, M Sobary sudah sadar dan berbalik mendukung Roy Suryo cs.
Hal ini disampaikan Refly dalam konferensi pers sebelum pemeriksaan saksi ahli di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (12/2/2026) hari ini.
"Teman baik saya ya. Dulunya Termul sebenarnya, tetapi sekarang sudah sadar ya kan, Mohamad Sobary, karena saya pernah berdebat lama sama beliau kan," kata Refly.
"Nah, tetapi sekarang beliau justru mengatakan doktrin bahwa beliau tidak ingin meringankan RRT, Roy, Rismon, dan Tifa, tetapi beliau ingin membebaskan. Jadi bukan hanya meringankan, [tetapi juga] membebaskan."
Kata Dokter Tifa: M Sobary akan Bantu Memutihkan Sejarah Indonesia
Rekan Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, turut hadir di pemeriksaan ahli terkait kasus ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Jadi Saksi Ahli Roy Suryo cs, Oegroseno Sebut Laporan Jokowi Tak Jelas, Langgar KUHP Lama dan Baru
Dalam keterangannya kepada wartawan, Dokter Tifa menganggap sosok M Sobary sebagai sejawat di Universitas Indonesia (UI).
Selama puluhan tahun, Sobari menjadi peneliti dan dosen yang dikenal luas oleh masyarakat.
"Begawan, budayawan, ilmuwan, peneliti LIPI selama puluhan tahun dan bahkan menjadi sejawat saya di Universitas Indonesia," tutur Dokter Tifa.
"Belasan tahun, puluhan tahun beliau menjadi peneliti, menjadi dosen, dan beliau ini sudah sangat dikenal bagaimana narasi-narasi beliau dan bagaimana hasil-hasil penelitian beliau, bagaimana beliau ini menjadi rujukan selama ini ya terhadap berbagai macam hal yang bersifat keilmiahan, kebudayaan."
Dokter Tifa menilai, bergabungnya M Sobary sebagai ahli yang meringankan Trio RRT (Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma) akan membantu membersihkan sejarah Indonesia yang menurutnya telah dicoreng Jokowi dengan skandal keabsahan ijazah,
"Termasuk bagian dari sini adalah bagaimana kita nanti akan menegakkan, bagaimana nanti kita akan bersama memulihkan dan memutihkan sejarah yang selama 10 tahun ini dibuat kelam oleh satu orang saja," jelas Dokter Tifa.
M Sobary Hadir sebagai Ahli untuk Roy Suryo cs
Sebelum memberikan keterangan, M Sobary menegaskan dirinya akan menjelaskan metodologi penelitian kepada penyidik.
Ia menyebut, akan memaparkan proses penelitian mulai dari inspirasi, perumusan proposal, hingga instrumen penelitian.
“Secara keilmuan saya akan pertanggungjawabkan, tidak ada yang menyimpang dari kaidah,” ucap M Sobary di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
M Sobary juga menyinggung peran Roy Suryo, dr. Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa, dan Rismon Hasiholan Sianipar.
Menurutnya, ketiga tokoh ini berani menyampaikan kebenaran sebagai kaum intelektual meski penuh risiko.
“Kalau mau mendebat, debatlah pada wilayah ilmu, dari wawancara hingga penulisan buku, itu wilayah bebas perdebatan,” tegasnya.
Sosok Mohamad Sobary
Mohamad Sobary, akrab disapa Kang Sobary, lahir di Bantul, Yogyakarta, 7 Agustus 1952.
Ia dikenal sebagai budayawan, kolumnis, sekaligus peneliti yang kiprahnya panjang di dunia kebudayaan dan media.
Sobary pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Kantor Berita Antara serta Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Governance Reform) hingga Juli 2009.
Kini, di usia 73 tahun, ia memfokuskan diri pada penulisan novel tentang keluarga Syalendra yang membangun Candi Borobudur.
Nama M Sobary sudah lekat dengan dunia tulis-menulis. Kolomnya masih rutin hadir di Kompas Minggu dalam rubrik Asal-Usul, yang menyoroti akar budaya dan sejarah Nusantara.
Alumni Universitas Indonesia dan Monash University ini dikenal piawai meramu narasi kebudayaan dengan gaya reflektif dan tajam.
Sebagai budayawan, M Sobary kerap menekankan pentingnya metodologi penelitian dalam memahami kebudayaan.
Ia menempatkan riset sebagai jalan untuk menjaga integritas ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat peran intelektual dalam masyarakat.
Kini, karya-karya M Sobary terus menjadi rujukan, baik dalam bentuk tulisan maupun gagasan kebudayaan.
Fokusnya pada novel Borobudur menegaskan konsistensinya sebagai budayawan yang tak pernah berhenti menggali sejarah dan makna peradaban.
(Tribunnews.com/Rizki A./Glery L.)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.