Kemhan Sebut Proses Retrofit Kapal Induk Giuseppe Garibaldi akan Dilakukan Galangan Dalam Negeri
Kalangan komunitas pertahanan membicarakan terkait proses retrofit atau peremajaan kapal perang Giuseppe Garibaldi.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Perbincangan mengenai rencana hibah kapal induk eks Angkatan Laut Italia Giuseppe Garibaldi untuk pemerintah RI masih terus berlanjut.
- Salah satu topik yang dibahas di sebagian kalangan komunitas pertahanan antara lain terkait proses retrofit.
- Rencananya proses peremajaan kapal itu akan dilakukan di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perbincangan mengenai rencana hibah kapal induk eks Angkatan Laut Italia Giuseppe Garibaldi untuk pemerintah Republik Indonesia masih terus berlanjut hingga saat ini.
Salah satu topik yang dibahas di sebagian kalangan komunitas pertahanan antara lain terkait proses retrofit atau peremajaan kapal perang yang digadang-gadang mampu mengangkut 18 pesawat tempur atau helikopter jenis tertentu.
Hal itu mengingat usia kapal yang telah mencapai 40 tahun lebih, meskipun ada juga pihak yang menyebut kapal itu dalam kondisi baik dan masih bisa digunakan selama 15 sampai 20 tahun lagi.
Baca juga: ISSES Ungkap 2 Syarat Agar Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi Aset Strategis Bagi TNI
Terkait hal itu Kementerian Pertahanan menyatakan perencanaan retrofit atau peremajaan kapal induk itu akan dilakukan setelah kapal secara resmi diterima oleh pihak Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan rencananya proses peremajaan kapal itu akan dilakukan di Indonesia.
"Terkait retrofit, pelaksanaannya direncanakan segera setelah kapal diterima secara resmi oleh pihak Indonesia, dan akan dilaksanakan oleh galangan dalam negeri sesuai kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut," kata Rico saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (18/2/2026).
Namun, kata dia, penetapan galangan yang ditunjuk untuk melakukan retrofit masih dalam proses.
"Untuk rincian waktu dan penetapan galangan masih mengikuti tahapan administrasi dan perencanaan teknis yang berjalan," ungkapnya.
Sebelumnya, Rico menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran untuk proses retrofit hingga kesiapan operasional kapal induk tersebut meskipun tidak ada biaya pembelian yang dikeluarkan untuk kapal tersebut.
"Karena mekanismenya hibah, tidak ada biaya pembelian kapal. Namun Indonesia tetap menyiapkan anggaran untuk kebutuhan retrofit/penyesuaian, sertifikasi keselamatan, serta kesiapan operasional agar kapal sesuai kebutuhan TNI AL," ungkap Rico saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (17/2/2026).
Apa Itu Retrofit
Dalam bidang pertahanan, istilah retrofit merujuk pada proses perombakan, modifikasi, atau peningkatan sistem senjata dan alutsista (alat utama sistem senjata) agar sesuai dengan kebutuhan operasional terbaru.
Retrofit biasanya dilakukan pada kapal perang, pesawat tempur, kendaraan lapis baja, atau sistem persenjataan lain yang masih layak digunakan, tetapi teknologinya sudah ketinggalan zaman.
Tujuan retrofit dalam pertahanan
- Modernisasi sistem lama: Mengganti radar, sensor, sistem komunikasi, atau persenjataan dengan teknologi terbaru.
- Efisiensi biaya: Lebih murah dibanding membeli alutsista baru, karena memanfaatkan platform yang sudah ada.
- Penyesuaian kebutuhan operasional: Misalnya, kapal induk hibah dari negara lain perlu disesuaikan dengan standar TNI AL.
- Memperpanjang umur pakai: Retrofit membuat alutsista lama tetap relevan dan siap tempur.