Kemenag Ungkap Alasan Sidang Isbat Ramadan Tak Digelar di Kantornya, Tapi di Hotel
Sidang Isbat Ramadan pindah ke hotel, bukan kantor Kemenag. MRT, ruang terbatas, parkir minim jadi alasan teknis pemindahan.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Sidang Isbat Ramadan pindah lokasi, bukan lagi di kantor Kemenag
- Tiga alasan teknis: MRT, ruang terbatas, parkir minim
- Hotel Borobudur dipilih, ruang lebih luas dan akses nyaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sidang Isbat awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026 tidak digelar di kantor Kementerian Agama di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta seperti tahun sebelumnya.
Pada tahun ini sidang Isbat digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (17/2/2026).
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan tiga penyebab sidang isbat tidak dilangsungkan di kantor layanan Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta.
Pertama, sedang ada penataan kawasan, termasuk pembangunan stasiun MRT di depan gedung layanan Kementerian Agama.
“Hampir separoh jalan di depan kantor layanan Kementerian Agama ditutup untuk keperluan pembangunan. Kalau Sidang Isbat dipaksakan di lokasi itu, dikhawatirkan menyebabkan kemacetan dan mengganggu kegiatan masyarakat, karena jalanan menjadi lebih sempit,” kata Thobib dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Kedua, lobi gedung layanan Kemenag Jalan M.H. Thamrin saat ini sudah kurang memadai untuk menggelar even sebesar Sidang Isbat yang selalu menyita perhatian publik. Sidang dihadiri para tokoh agama, duta besar negara sahabat, serta ratusan media.
“Ruang pertemuan yang ada di lobi gedung layanan Kemenag juga sedang digunakan untuk layanan publik mempersiapkan dokumen jemaah haji. Kapasitas Auditorium HM Rasjidi tidak memungkinkan untuk dijadikan ruang sidang sekaligus ruang konferensi pers dan konsumsi,” tutur Thobib.
Baca juga: Balita Tertawa, Ayah Menangis: Momen Haru Usai Vonis Kasus Rumah Sahroni
Ketiga, keterbatasan ruang parkir. Dengan jumlah peserta yang sangat banyak, ketersediaan lahan parkir menjadi salah satu kebutuhan.
“Kami khawatir kalau sidang isbat dilaksanakan di kantor justru mengganggu karena tidak ada tempat parkir dan ruangnya terbatas. Maka itu, tahun ini kami pindahkan dulu,” ujarnya.
Thobib menegaskan, pemindahan lokasi sidang isbat murni didasarkan pada pertimbangan teknis agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pihak.
Lokasi yang dipilih selain berada pada kawasan yang mudah diakses, juga memiliki ballroom besar, ruang konferensi pers yang memadai, serta ruang khusus untuk salat magrib.
Baca tanpa iklan