Jadwal Imsakiyah Kota Samarinda Minggu, 22 Februari 2026
Jadwal imsakiyah Minggu, 22 Februari 2026 untuk wilayah Kota Samarinda yang dapat dipantau di kanal Ramadan Kebaikan Melokal.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Jadwal imsakiyah Minggu, 22 Februari 2026 untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
- Bulan Ramadan selalu hadir sebagai momen paling dinanti umat Islam.
- Ia bukan hanya periode ibadah tahunan, tetapi juga bulan yang sarat makna sejarah dan spiritual.
TRIBUNNEWS.COM - Jadwal imsakiyah Minggu, 22 Februari 2026 untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Berdasarkan Sidang Isbat, pemerintah resmi menetapkan awal puasa pada Kamis (19/2/2026).
Hal itu berbeda dengan Muhammadiyah yang berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, mulai berpuasa pada Rabu (18/2/2026).
Lantas, berikut jadwal imsakiyah di Kota Samarinda yang dapat dipantau di kanal Ramadan Kebaikan Melokal.
4 Ramadan 1447 H/22 Februari 2026
- Imsak 04:56
- Subuh 05:06
- Terbit 06:18
- Duha 06:45
- Zuhur 12:28
- Asar 15:43
- Magrib 18:32
- Isya' 19:41
Doa Niat Berpuasa
Bacaan niat puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Kota Padang, Sabtu 21 Februari 2026
Keutamaan Bulan Ramadan
Bulan Ramadan selalu hadir sebagai momen paling dinanti umat Islam.
Ia bukan hanya periode ibadah tahunan, tetapi juga bulan yang sarat makna sejarah dan spiritual.
Dalam perspektif keislaman, Ramadan menempati posisi istimewa sebagai pusat berbagai peristiwa monumental yang membentuk perjalanan umat.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kedudukan khusus bulan ini dalam Islam.
“Dalam Islam bulan Ramadan disebut penghulunya bulan (sayyid al-syahr),"ungka Nasaruddin dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Ramadan sebagai Bulan Kewajiban Puasa
Ramadan menjadi bulan diwajibkannya puasa sebagai salah satu rukun Islam.
Ibadah ini tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter spiritual.
Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Hai orang- orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S. al-Baqarah/2:183).”
Ayat tersebut menempatkan puasa sebagai jalan menuju ketakwaan. Ramadan menjadi ruang latihan pengendalian diri sekaligus penguatan hubungan manusia dengan Tuhan.
Bulan Sejarah Besar Peradaban Islam
Ramadan juga tercatat sebagai saksi berbagai peristiwa besar dalam sejarah Islam.
Turunnya wahyu pertama menandai pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul.
Kemenangan dalam Perang Badar, pembebasan Kota Makkah, hingga berbagai peristiwa diplomasi penting terjadi pada bulan yang sama.
Perubahan politik besar seperti runtuhnya Daulat Bani Umayyah dan lahirnya Dinasti Abbasiyah pun berlangsung di bulan Ramadan.
Selain itu, perkembangan peradaban juga ditandai dengan pendirian Universitas Al-Azhar di Kairo pada Ramadan 361 H, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tertua di dunia.
Bagi Indonesia, Ramadan memiliki nilai historis tersendiri karena proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung bertepatan dengan bulan suci ini.
Momentum tersebut memperlihatkan keterkaitan antara semangat spiritual dan perjuangan sosial.
Ramadan sebagai Bulan Rahmat dan Kesempatan
Ramadan dipandang sebagai bulan penuh rahmat yang selalu dirindukan.
Ia menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk memperbaiki diri, sebagaimana peristiwa-peristiwa besar di masa lalu yang menunjukkan potensi perubahan dalam bulan ini.
Keistimewaan Ramadan tidak hanya berada pada catatan sejarah, tetapi juga pada dampaknya bagi kehidupan pribadi umat yang menjalaninya dengan kesadaran penuh.
Hikmah Puasa bagi Kesehatan
Selain nilai spiritual, Nasaruddin mengungkapkan jika puasa juga mengandung hikmah kesehatan. Rasulullah SAW menekankan manfaat tersebut dalam sabdanya:
“Shumu tashihhu (berpuasalah kalian supaya sehat),"imbuhnya.
Pesan ini menunjukkan bahwa ibadah puasa memiliki dimensi kesejahteraan fisik.
Puasa membantu menjaga keseimbangan tubuh sekaligus memperkuat disiplin hidup.
Ramadan sebagai Momentum Pembaruan Diri
Keutamaan Ramadan terletak pada pertemuan antara sejarah, ibadah, dan hikmah kehidupan.
Bulan ini menjadi ruang refleksi yang mengajak manusia memperbaiki kualitas spiritual sekaligus menjaga kesehatan.
Dengan memahami makna Ramadan secara utuh, umat Islam dapat menjadikannya sebagai momentum pembaruan diri.
Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan perjalanan sadar menuju kehidupan yang lebih seimbang antara dunia dan akhirat.
(Tribunnews.com/Deni/Aisyah)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.