Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Saksikan Danantara Teken Kerja Sama dengan Arm di London

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara BP Danantara dan Arm Limited di London, Inggris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara BP Danantara dan Arm Limited di London, Inggris.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, kerja sama ini dilakukan agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor.
  • Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan artificial intelligence (AI).

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, melakukan kerja sama agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor.

Dikutip dari laman setneg.go.id, penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Danantara dan Arm Limited pada Senin (23/02/2026) itu disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Airlangga usai acara penandatanganan kerja sama.

Airlangga berujar, Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Lewat kerja sama itu, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.

Arm Limited juga akan melakukan pelatihan terhadap 15.000 insinyur asal Indonesia agar mereka bisa menguasai teknologi desain chip.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” tambah Airlangga.

Airlangga menyatakan, kerja sama ini adalah tindak lanjut dari arahan Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri, melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

“Ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem,” ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa enam pengembangan desain chip nasional akan difokuskan pada bidang intellectual property strategis.

“Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain."

Baca juga: Celios Surati Presiden Prabowo Desak Batalkan Perjanjian ART Indonesia-AS, Ini Alasannya

"Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, kemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. 

Program itu bakal dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.

(Tribunnews.com/Deni)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas