Program GEMILANG dari Surabaya untuk Indonesia Siap Mantapkan Transisi dari PAUD ke SD
Program GEMILANG diinisiasi oleh Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani untuk memantapkan langkah siswa usia dini menuju jenjang SD.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Kota Surabaya siap memulai langkah besar menuju transformasi pendidikan nasional. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui program Gerakan Magang Antar Lingkungan (GEMILANG), mendukung kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terkait Program Wajib Belajar 13 Tahun (1 Tahun Pra-Sekolah).
Program ini diinisiasi oleh Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani. Inisiatif ini bertujuan menjadi jembatan bagi ribuan siswa usia dini untuk melangkah mantap menuju jenjang Sekolah Dasar (SD) tanpa rasa cemas. Kegiatan ini dilaksanakan secara masif dengan melibatkan ribuan lembaga pendidikan di seluruh wilayah Surabaya.
"Tercatat sebanyak 2.776 lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) berpartisipasi aktif melakukan kunjungan edukatif ke SD terdekat dalam rentang waktu 9 hingga 13 Februari 2026," ujar Bunda Rini Indriyani, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Pemkot Surabaya Luncurkan Surabaya Holiday Super Sale, Diskon Besar-Besaran Menanti!
Antusiasme tidak hanya datang dari lembaga di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik), tetapi juga dari lembaga PAUD Raudhatul Athfal (RA) di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) RI yang turut bergabung dalam gerakan serentak tersebut.
Bunda Rini memaparkan bahwa program GEMILANG memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, membantu murid TK B lebih mengenal lingkungan SD sehingga tumbuh rasa berani dan antusias untuk melanjutkan sekolah tanpa rasa takut.
"Yang kedua, menyajikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui metode bercerita atau permainan (game ringan) agar anak memiliki persepsi positif terhadap jenjang SD," paparnya.
Sementara tujuan ketiga adalah menjalin komunikasi dan kolaborasi antara guru TK dan guru SD kelas awal, sehingga guru SD lebih memahami karakteristik murid TK dan guru TK lebih mengenal kurikulum SD kelas 1.
Baca juga: Pemkot Surabaya Akan Buka Beasiswa Pemuda Tangguh Tahun 2026, Ada Kuota untuk 24.000 Mahasiswa
Program GEMILANG dirancang sebagai jembatan strategis untuk memastikan transisi pendidikan yang mulus melalui beberapa poin utama. Pertama, Penyambutan Hangat dan Tour Lingkungan, dimana murid TK disambut dengan ramah dan diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah agar tidak merasa asing dengan lingkungan SD.
Kedua, Kesiapan Mental & Belajar Bersama, yakni melalui metode bercerita dan permainan, murid TK B mengikuti pembelajaran di kelas 1 SD untuk menumbuhkan rasa berani dan antusiasme sekolah.
Ketiga, Sinergi Kurikulum, yaitu menciptakan ruang kolaborasi antara guru TK dan guru SD kelas awal agar saling memahami karakteristik murid serta kurikulum antarjenjang.
Keempat, Pemetaan Terintegrasi, di mana pendataan dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi Kelompok Kerja Kepala TK (K3TK) dan Kelompok Kerja Kepala SD (K3SD) di tingkat kecamatan.
Untuk memastikan efektivitasnya, Bunda Rini menggerakkan Bunda PAUD Kecamatan hingga Kelurahan untuk melakukan monitoring langsung menggunakan instrumen khusus, yang mencakup evaluasi kegiatan, dampak bagi guru dan orang tua, hingga dokumentasi publikasi media sosial.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Surabaya mendapatkan haknya untuk merasakan transisi sekolah yang mulus. Ini adalah langkah nyata dalam menyukseskan pondasi Wajib Belajar 13 Tahun 1 Tahun Pra Sekolah yang dicanangkan pemerintah pusat," tutur Bunda Rini.
Bunda Rini menekankan, meskipun dilaksanakan dalam skala besar, kegiatan ini tetap mengedepankan esensi edukasi secara sederhana, tanpa perlu adanya perayaan atau pentas seni yang berlebihan.
"Melalui gerakan ini, Surabaya kembali menegaskan komitmennya sebagai kota yang berfokus pada pendidikan bermutu sejak usia dini, sejalan dengan visi besar pendidikan nasional," pungkasnya. (ADV)
Baca juga: Pemkot Surabaya Kucurkan Rp42,7 Miliar Bonus bagi Atlet Berprestasi Porprov Jatim 2025