Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BRIN Perkuat Jejaring Riset Internasional Lewat Kolaborasi dengan Uruguay, Kuba, dan Australia

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa pertemuan dengan Kedutaan Besar Uruguay, Kuba, dan Australia menjadi langkah strategis.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in BRIN Perkuat Jejaring Riset Internasional Lewat Kolaborasi dengan Uruguay, Kuba, dan Australia
Dokumentasi BRIN
KERJA SAMA RISET - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, BRIN, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026). BRIN terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan sejumlah negara sahabat, melalui penjajakan dan penguatan kolaborasi bersama Uruguay, Kuba, dan Australia.  

Ringkasan Berita:
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional menjajaki dan memperkuat kolaborasi dengan Uruguay, Kuba, dan Australia di sektor pertanian, bioekonomi, energi terbarukan, kesehatan, dan vaksin.
  • Dengan Uruguay, kerja sama diarahkan pada pertanian dan peternakan seperti smart farming dan produksi ramah iklim. Bersama Kuba melalui CITMA, kolaborasi mencakup energi, AI, antariksa, hingga riset kesehatan termasuk pengembangan vaksin
  • Sementara dengan Australia, riset bioekonomi dan inovasi berkelanjutan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan sejumlah negara sahabat, melalui penjajakan dan penguatan kolaborasi bersama Uruguay, Kuba, dan Australia. 

Fokus kerja sama meliputi pengembangan teknologi pertanian, bioekonomi, energi terbarukan, hingga riset kesehatan dan vaksin.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa pertemuan dengan Kedutaan Besar Uruguay, Kuba, dan Australia pada pekan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan kolaborasi.

 

BRIN, kata dia, tidak hanya melanjutkan kemitraan yang telah berjalan, tetapi juga membuka peluang baru di berbagai sektor prioritas, seperti agrikultur, bioekonomi, dan pengembangan vaksin.

Terkait Uruguay, Arif menjelaskan bahwa belum terdapat kerja sama sebelumnya antara BRIN dan negara tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari hasil diskusi dengan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, H.E Cristina González, terbuka peluang kolaborasi riset yang berfokus pada sektor pertanian dan peternakan, khususnya pengembangan teknologi.

“Kerja sama BRIN–Uruguay berpotensi difokuskan pada kolaborasi riset pertanian dan peternakan, termasuk teknologi produksi ramah iklim, smart farming, serta pengembangan varietas pangan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. BRIN juga terbuka memperluas kerja sama di bidang strategis lain sesuai prioritas nasional,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Sementara itu, kerja sama dengan Kuba telah terjalin sejak 2024 melalui Cuban Ministry of Science, Technology and Environment (CITMA).

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang, seperti energi baru dan terbarukan, elektronik dan informatika termasuk kecerdasan artifisial, ilmu penerbangan dan antariksa, hingga ilmu bumi dan kelautan.

Arif mengungkapkan bahwa BRIN dan CITMA telah membentuk joint committee yang bertugas melakukan pertukaran informasi, mengidentifikasi bidang prioritas, serta memfasilitasi dan meninjau pelaksanaan program kerja sama. 

BRIN juga berharap dukungan Kedutaan Besar Kuba untuk memperluas jejaring dengan mitra strategis lain di negara tersebut.

"Kami mendorong potensi kerja sama lain di bidang riset dan inovasi dengan badan/ lembaga lain di Kuba. Yang kami harapkan yakni terkait kesehatan, obat dan vaksin. Salah satunya pengembangan vaksin kanker paru-paru,” kata Arif.

Adapun dengan Australia, Arif menyebut kemitraan riset telah berjalan dan terus diperkuat. Pertemuan dengan perwakilan Kedutaan Besar Australia menjadi momentum untuk menegaskan arah prioritas kolaborasi yang tengah dan akan dikembangkan.

Menurutnya, kerja sama Indonesia–Australia memiliki nilai strategis, terutama dalam mendorong riset dan inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: BRIN Ingatkan Banjir Bandang Bukan Semata karena Cuaca Ekstrem, tapi Alarm Runtuhnya Ekosistem Hutan

“Melalui program KONEKSI, BRIN telah memfasilitasi berbagai proyek riset kolaboratif yang didanai bersama, khususnya di bidang bioekonomi. Ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperdalam kolaborasi ilmiah dan teknologi yang memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas