Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemendiktisaintek: Indikator Kinerja Utama Harus Penggerak Perbaikan Perguruan Tinggi

Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek Muhammad Najib, mengatakan pentingnya Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk perguruan tinggi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Kemendiktisaintek: Indikator Kinerja Utama Harus Penggerak Perbaikan Perguruan Tinggi
HO/IST
INDIKATOR KINERJA - Universitas Bakrie menyelenggarakan Sharing Session & Diskusi Penguatan Kelembagaan, Penjaminan Mutu, dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi di Auditorium Universitas Bakrie, Bakrie Tower Lantai 42, Jumat (27/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Muhammad Najib, menegaskan Indikator Kinerja Utama (IKU) berfungsi sebagai alat ukur kinerja, dasar pengambilan keputusan, akuntabilitas, sekaligus pendorong budaya kerja di perguruan tinggi.
  • Rektor Universitas Bakrie, Sofia Alisjahbana, menyatakan transformasi pendidikan tinggi harus menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat, tidak hanya mengejar akreditasi dan kepatuhan dokumen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek Muhammad Najib, mengatakan pentingnya Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk perguruan tinggi.

IKU, kata Najib, menjadi instrumen strategis untuk mendorong perbaikan berkelanjutan di perguruan tinggi.

"IKU berfungsi sebagai alat ukur kinerja institusi, dasar pengambilan keputusan, instrumen akuntabilitas, dan penggerak budaya kinerja," ujar Najib.

Hal itu disampaikan Najib dalam Sharing Session & Diskusi Penguatan Kelembagaan, Penjaminan Mutu, dan IKU Perguruan Tinggi di Auditorium Universitas Bakrie, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Dalam paparannya, Najib menekankan bahwa IKU bukan sekadar alat pelaporan administratif, melainkan instrumen manajemen kinerja institusi.

"Konsistensi implementasi agar pengukuran kinerja tidak berhenti pada pelaporan semata, tetapi menjadi alat perbaikan," katanya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia Alisjahbana, mengatakan transformasi pendidikan tinggi saat ini tidak lagi sebatas memenuhi aspek administratif.

"Saat ini transformasi pendidikan tinggi tidak hanya berbicara tentang akreditasi dan kepatuhan administratif, tetapi tentang bagaimana perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata," ujarnya.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan sebagai fondasi tata kelola perguruan tinggi.

“Kelembagaan yang kuat jadi fondasi tata kelola yang baik buat perguruan tinggi bisa berkembang. IKU sebagai alat untuk mengubah paradigma sehingga PT bisa berfokus pada dampak,” ujar Henri.

Diskusi juga membahas berbagai tantangan dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), antara lain kesenjangan antara dokumen dan pelaksanaan, audit mutu yang sekadar formalitas, serta kurangnya integrasi data dan keterkaitan SPMI dengan IKU.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas