Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE â—Ź

Wakapolri: Jumlah Pergerakan Masyarakat saat Libur Lebaran 2026 Menurun hingga 2 Juta Orang

Komjen Dedi Prasetyo mengatakan hasil survei menunjukkan jumlah pergerakan masyarakat pada tahun ini mencapai 143,9 juta orang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Wakapolri: Jumlah Pergerakan Masyarakat saat Libur Lebaran 2026 Menurun hingga 2 Juta Orang
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
OPERASI KETUPAT 2026 - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan terkait Operasi Ketupat 2026 usai rakor lintas instansi di PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026). Dalam hal ini 161 ribu lebih personel gabungan dilibatkan. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 

Ringkasan Berita:
  • Polri mengatakan jumlah pergerakan masyarakat saat libur lebaran 2026 menurun dari tahun 2025.
  • Komjen Dedi Prasetyo mengatakan hasil survei menunjukkan jumlah pergerakan masyarakat pada tahun ini mencapai 143,9 juta orang.
  • Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan pihaknya tetap bersiaga untuk pengamanan demi kelancaran arus mudik lebaran pada tahun ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri mengatakan jumlah pergerakan masyarakat saat libur lebaran 2026 menurun dari tahun 2025.

Hal itu dikatakan oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo berdasarkan data survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang disampaikan saat rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Polri Gelar Operasi Ketupat 2026, 161 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Arus Mudik Lebaran

Dedi mengatakan hasil survei menunjukkan jumlah pergerakan masyarakat pada tahun ini mencapai 143,9 juta orang.

"Angka tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2025 sebesar 2,57 juta orang atau 1,75 persen. Ya, dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang," kata Dedi.

Baca juga: Profil Brigjen Ruddi Setiawan, Kapuslitbang Polri yang Baru, Alumni Akpol 1996, Moncer di BNN

Meski begitu, mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan pihaknya tetap bersiaga untuk pengamanan demi kelancaran arus mudik lebaran pada tahun ini.

Rekomendasi Untuk Anda

"Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan," ucapnya.

Siapkan 161 Ribu Lebih Personel

Dedi mengatakan antisipasi itu dengan menggelar Operasi Ketupat 2026 akan digelar mulai 13-25 Maret 2026 dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.

"Operasi terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026. Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," ungkap Dedi.

Nantinya dalam operasi tersebut, Polri telah menyiapkan skema pengamanan khususnya kelancaran arus lalu lintas ke sejumlah daerah yang menjadi lokasi pemudik.

Adapun sejumlah skema yang akan dilakukaj mulai dari one way, ganjil genap dan lain sebagainya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

"Ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan. Selain itu juga, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi," tuturnya.

Selanjutnya, kata Dedi, Polri juga menyiapkan sejumlah posko pengamanan dan pelayanan yang akan fokus untuk mengamankan sejumlah objek seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, bandara, terminal hingga pelabuhan.

Baca juga: AKBP Didik Putra Kuncoro Dimutasi ke Yanma Polri untuk Permudah Proses Administrasi Putusan PTDH

"Polri menyiagakan 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu untuk mengamankan 185.608 objek pengamanan di antaranya antara lain masjid, kemudian lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan objek wisata," ucapnya.

Di sisi lain, Dedi menyampaikan pihaknya menyiapkan nomor hotline 110 untuk nantinya digunakan masyarakat jika membutuhkan bantuan.

"Polri memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik. Selain itu Polri mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian," jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas