Bahlil Enggan Komentari Soal 2 Kapal Tanker Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia enggan mengomentari lebih jauh terkait dua kapal tanker milik Pertamina ang masih terjebak di selat Hormuz
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Dua kapal Pertamina tertahan di Selat Hormuz buntut perang Iran Vs AS-Israel
- Bahlil menyebut dari total impor minyak mentah, sebanyak 25 persen bersumber dari Timur Tengah
- Bahlil memastikan stok BBM nasional aman menjelang idul fitri
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia enggan mengomentari lebih jauh terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang masih terjebak di selat Hormuz akibat adanya perang di kawasan tersebut.
Saat ini dua kapal tersebut sedang bersandar menunggu situasi membaik.
"Terima kasih, terima kasih," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Sebelumnya Bahlil mengatakan bahwa perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran belum mengganggu pasokan energi nasional, setidaknya hingga dua bulan ke depan.
Namun, menurut Bahlil apabila perang terjadi secara berkepanjangan maka akan berdampak pada pasokan energi.
"Kalau sampai dengan sekarang pas belum terganggu, belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu udah pasti. Sampai dengan satu-dua bulan ke depan insyaallah kita masih clear, insyaallah nggak ada masalah," katanya di Istana kemarin.
Menurut Bahlil dari total impor minyak mentah, sebanyak 25 persen bersumber dari Timur Tengah.
Baca juga: Di Tengah Ancaman Penutupan Selat Hormuz, Bahlil Pastikan Stok BBM Aman untuk Lebaran Tanpa Kenaikan
Distribusi minyak mentah tersebut melalui selat Hormuz yang kini ditutup Iran imbas perang dengan AS-Israel.
Menurut Bahlil akibat dari penutupan selat tersebut, Indonesia mengalihkan impor minyak mentah itu dari Amerika Serikat.
"Dan dari 25 persen itu kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz. Itu aja. Jadi kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Jadi relatif clear-lah," katanya.
Baca juga: Anggota DPR Ingatkan Pemerintah akan Risiko Ekonomi Bagi Indonesia Pasca Penutupan Selat Hormuz
Selain itu, Bahlil memastikan stok BBM nasional aman menjelang idul fitri sekalipun ada perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
"Kemarin kami sudah melakukan rapat dengan Dewan Energi Nasional, dan di situ kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insya Allah semua aman, termasuk dengan LPG. Jadi nggak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel," kata Bahlil.
Bahlil juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan setidaknya sampai hari raya Idul fitri.
Meskipun harga harga minyak mentah dunia naik, Bahlil mengatakan pemerintahtidak akan menaikkan harga BBM subsidi seperti Solar (Biosolar) dan Pertalite (RON 90).
"Saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran," katanya.
Sementara itu untuk harga BBM Non subsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53) menurut Bahlil akan mengikuti harga pasar sebagaimana yang diatur Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
"BBM non subsidi itu memang mekanisme pasar," pungkasnya.
Baca tanpa iklan