Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Dua Kali

Pemerintah memprediksi arus balik akan terjadi dua gelombang yakni pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemerintah Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Dua Kali
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
ARUS BALIK - Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Pemerintah juga memprediksi arus balik akan terjadi dua gelombang yakni pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret.
  • Arus balik juga diperkirakan berlangsung dua gelombang, yaitu pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
  • Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan pemerintah menyiapkan strategi untuk mengurai kemacetan, dengan menilai kebijakan terdahulu cukup efektif mengurangi kemacetan ekstrem.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah melakukan kajian mudik lebaran 2026.

Berdasarkan hasil simulasi puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi dua gelombang.

"Diperkirakan puncak arus mudik itu akan jatuh di tanggal 14 dan 15 Maret. Kemudian puncak mudik kedua di tanggal 18 dan 19 Maret," ujar Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Pemerintah juga memprediksi arus balik akan terjadi dua gelombang yakni pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.

Pemerintah, kata AHY, menyusun sejumlah strategi untuk mengurai kemacetan pada arus mudik dan arus balik.

"Kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif mengurangi kemacetan yang ekstrem," katanya.

Sementara itu Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan pemerintah membuat pengaturan kerja fleksibel melalui Work From Anywhere untuk mengurai kemacetan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Pengaturan WFA dilakukan dengan mempertimbangkan adanya hari besar lain, hari libur nasional, serta hari anak masuk sekolah, dan lainnya.

Sehingga tidak ada penumpukan di waktu tertentu dalam arus mudik atau arus balik.

"Jadi sinergi antara awal masuk sekolah, libur sekolah, dengan flexible working arrangement itu kita rangkaikan dengan harapan apa? Dengan harapan pemudik itu tidak numpuk di satu waktu tertentu. Itulah yang betul-betul kita harapkan," pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas