Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kemenhub Resmi Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, pusat koordinasi nasional pemantauan mudik Lebaran.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kemenhub Resmi Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026
Tribunnews.com/Tribunnews
MUDIK LEBARAN 2026 - Pantauan arus mudik di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) pada Sabtu (14/3/2026) pukul 08.30 sampai 09.30 WIB melalui drone. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, pusat koordinasi nasional pemantauan mudik Lebaran. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Perhubungan buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, sebagai pusat koordinasi nasional pemantauan transportasi mudik Lebaran.
  • Pemerintah menyiapkan berbagai langkah pengaturan mobilitas, termasuk ramp check kendaraan, rekayasa lalu lintas, diskon tiket pesawat dan tarif tol, serta program mudik gratis bagi masyarakat.
  • Posko beroperasi 13–30 Maret 2026, serta didukung 1.560 titik pos pelayanan dan monitoring transportasi di seluruh Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi resmi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan pada Jumat (13/3/2026).

Posko ini menjadi pusat koordinasi nasional untuk memantau operasional transportasi selama periode mudik Lebaran.

Menhub Dudy menjelaskan, posko tersebut berfungsi mempercepat koordinasi antarinstansi sekaligus memastikan berbagai dinamika transportasi di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

"Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas transportasi dan pelayanan publik selama masa mudik dapat berjalan dengan baik melalui koordinasi yang kuat antarkementerian, pemerintah daerah, BUMN, swasta, serta seluruh pemangku kepentingan transportasi," ujar Menhub Dudy, dikutip dari laman kemenhub.go.id, Sabtu (14/3/2026).

Selain pembentukan posko, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah kebijakan pengaturan mobilitas transportasi.

Langkah tersebut meliputi pengecekan kesiapan sarana dan prasarana, pembatasan operasional angkutan tertentu menjelang puncak arus mudik dan arus balik, serta penyediaan cadangan armada transportasi sesuai kebutuhan.

Kemudian, dilakukan juga rampcheck untuk memastikan kelaikan operasional, melakukan rekayasa lalu lintas bila diperlukan bersama Polri, TNI, pemerintah daerah, serta pihak terkait, serta mengeluarkan kebijakan penurunan harga tiket pesawat dan diskon tarif tol.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemenhub juga menyediakan program mudik gratis untuk membantu masyarakat, melakukan sosialisasi secara masif kepada petugas maupun masyarakat terkait kebijakan penyelenggaraan layanan transportasi, aspek keselamatan dan keamanan transportasi, serta melakukan koordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan terkait.

Menhub Dudy menegaskan keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada sinergi dan kedisiplinan seluruh pihak yang terlibat.

Ia meminta seluruh petugas di posko maupun di lapangan untuk menjaga komunikasi publik yang transparan dan konsisten agar tidak menimbulkan informasi yang membingungkan di masyarakat.

"Dan yang tidak kalah penting, saya meminta kepada seluruh petugas di posko maupun di lapangan untuk selalu siap siaga menghadapi berbagai dinamika transportasi, bekerja dengan penuh dedikasi, kesabaran, serta mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama," kata Menhub Dudy.

Baca juga: Tembus 49 Ribu Orang, Arus Mudik di Stasiun Gambir dan Pasar Senen Mulai Memuncak Hari Ini

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 akan beroperasi pada 13–30 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta operator transportasi nasional.

Sebagai bagian dari pengawasan di daerah, pemerintah juga membentuk 1.560 titik pos pelayanan dan monitoring transportasi.

Pos tersebut tersebar di berbagai simpul transportasi, dengan rincian 264 titik simpul angkutan laut, 177 terminal yang terdiri dari 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B, 248 titik simpul angkutan penyeberangan, 472 titik simpul angkutan kereta api, 257 titik simpul angkutan udara, serta 43 jaringan di 6 gerbang tol dan 44 jaringan di jalan arteri.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas