Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tinjau Mudik di Kampung Rambutan, Menteri LH Soroti Sampah 15 Ton Per Hari

Menteri LH Hanif Faisol tinjau Terminal Kampung Rambutan! Soroti volume sampah 15 ton per hari hingga larangan kirim sampah ke Bantar Gebang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahmi Ramadhan
zoom-in Tinjau Mudik di Kampung Rambutan, Menteri LH Soroti Sampah 15 Ton Per Hari
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
TINJAU TERMINAL — Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat memantau arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2026). Dalam peninjauan tersebut, Hanif menginstruksikan pengelola terminal untuk meningkatkan tata kelola sampah guna mengantisipasi lonjakan volume harian hingga 15 ton. 
Ringkasan Berita:
  • Darurat Sampah: Volume sampah harian di Terminal Kampung Rambutan diprediksi melonjak hingga 15 ton saat musim mudik.
  • Instruksi Tegas: Menteri LH instruksikan pengelola terminal setop kirim sampah ke Bantar Gebang dan olah mandiri di lokasi.
  • Pantauan Arus: Kondisi terminal terpantau terkendali meski sempat diwarnai insiden anak terpisah dari orang tua.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, memantau langsung kesiapan arus mudik H-4 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2026) siang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Hanif tiba sekira pukul 12.54 WIB dengan mengenakan seragam safari cokelat lengkap dengan topi senada, didampingi Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain.

Peningkatan Skala Fasilitas Recovery

Dalam tinjauannya, Hanif menyisir posko keamanan, layanan kesehatan gratis, hingga area pengelolaan sampah.

Ia meminta pihak terminal segera meningkatkan tata kelola sampah menjadi skala Material Recovery Facility (MRF) guna mengimbangi lonjakan sampah harian yang diperkirakan mencapai 15 ton.

"Di sini sudah ada fasilitas, tapi skalanya harus ditingkatkan. Dengan volume sekitar 15 ton per hari ini, harus menyesuaikan menjadi fasilitas recovery yang lebih besar," tegas Hanif saat memberikan keterangan di area terminal.

Setop Kirim Sampah ke Bantar Gebang

Sebagai langkah meminimalisir darurat sampah di Jakarta, pemerintah pusat akan memberikan panduan teknis bagi pengelola terminal.

Hanif bahkan mematok target dalam tiga bulan ke depan, sistem pengolahan sampah di lokasi ini sudah harus beroperasi maksimal untuk mengurangi beban TPST Bantar Gebang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ke depan yang boleh dikirim ke Bantar Gebang hanya residu. Artinya, sampah harus selesai diolah di sini. Organik dipisah dan dikelola, yang anorganik dipilah yang punya nilai ekonomi dimanfaatkan, sisanya baru jadi residu," jelasnya secara mendalam.

Baca juga: H-5 Lebaran 2026: 43 Ribu Orang Tinggalkan Sumatera, Volume Motor Melonjak 19,2 Persen

Kesiapan Layanan dan Keamanan Mudik

Terkait pergerakan penumpang, Hanif menilai kondisi arus mudik kali ini relatif terkendali tanpa ada insiden menonjol, meski ia tetap mengimbau pemudik untuk selalu waspada selama perjalanan.

"Secara umum akan terkendali. Kami bersama pengelola terminal dan aparat memastikan mudik berjalan nyaman. Hanya ada beberapa kasus anak terpisah, tapi bisa ditemukan kembali," pungkas Hanif menutup peninjauannya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas