Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berawal dari Warung Nasgor, Bareskrim Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp1,5 Miliar

Bareskrim Polri bongkar sindikat uang palsu Rp1,5 miliar di Purwakarta! Siap edar saat Lebaran, berawal dari warung nasi goreng. Cek faktanya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Berawal dari Warung Nasgor, Bareskrim Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp1,5 Miliar
HO/IST
MARKAS UANG PALSU — Penampakan ruangan produksi uang palsu di sebuah rumah yang dibongkar Satresmob Bareskrim Polri di Purwakarta, Jawa Barat. Dalam penggerebekan ini, polisi menyita uang palsu senilai Rp1,5 miliar siap edar beserta peralatan cetak seperti mesin oven dan printer yang digunakan sindikat untuk beroperasi menjelang Lebaran. 
Ringkasan Berita:
  • Markas Rahasia: Berawal dari penggerebekan warung nasi goreng, polisi bongkar pabrik uang palsu rumahan.
  • Target Lebaran: Sindikat nekat siapkan miliaran rupiah uang palsu untuk dikelabukan di tengah keramaian hari raya.
  • Waspada Tinggi: Masyarakat diminta teliti periksa uang pecahan Rp100 ribu emisi 2016 yang menjadi sasaran pemalsuan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Resmob Bareskrim Polri membongkar sindikat peredaran uang palsu senilai Rp1,5 miliar yang beroperasi di wilayah Jawa Barat pada momen menjelang Lebaran 2026.

Operasi yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, AKBP Harry Azhar, ini bermula dari penggerebekan sebuah warung nasi goreng di kawasan Plered, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026).

Awal Mula Penangkapan di Warung Nasi Goreng

Dalam aksi tersebut, polisi menangkap empat orang dengan peran berbeda, yakni AS, K, AK sebagai perantara, serta DNA yang diduga sebagai otak pembuat uang palsu.

Sebagai barang bukti awal, petugas menemukan tujuh lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dengan seri tahun produksi 2016.

"Kelompok ini sudah lama beroperasi dan terkoneksi dengan kelompok pembuat uang palsu yang baru diamankan di Polres Klaten," ungkap Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Arsya Khadafi, saat dikonfirmasi di Jakarta.

Pabrik Uang Palsu di Perumahan Griya Ciwangi

SITAAN UANG PALSU — Penampakan barang bukti uang palsu hasil produksi sindikat di Purwakarta, Jawa Barat, yang dibongkar Satresmob Bareskrim Polri, Selasa (17/3/2026). Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap empat tersangka serta menyita uang palsu siap edar senilai Rp1,5 miliar yang rencananya akan dipasarkan saat Lebaran.
SITAAN UANG PALSU — Penampakan barang bukti uang palsu hasil produksi sindikat di Purwakarta, Jawa Barat, yang dibongkar Satresmob Bareskrim Polri, Selasa (17/3/2026). Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap empat tersangka serta menyita uang palsu siap edar senilai Rp1,5 miliar yang rencananya akan dipasarkan saat Lebaran. (HO/IST)

Penyelidikan intensif kemudian mengarahkan petugas ke sebuah rumah di Perumahan Griya Ciwangi, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta.

Di lokasi kedua ini, polisi menemukan laboratorium produksi uang palsu dalam skala besar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Di lokasi ini, polisi menemukan sejumlah alat produksi uang palsu dalam jumlah besar," jelas Arsya.

Barang bukti yang diamankan meliputi mesin printer, satu set komputer, alat timbang, ribuan lembar kertas dupon sebagai bahan baku, mesin pencetak ultraviolet, oven pengering warna, alat press, hingga uang siap edar senilai Rp1,5 miliar.

Baca juga: Gus Alex Resmi Ditahan KPK, Bakal Rayakan Lebaran 2026 di Balik Jeruji Besi

Rencana Peredaran di Momen Lebaran

Berdasarkan pemeriksaan sementara, sindikat ini sengaja memproduksi uang palsu secara masif untuk diedarkan pada puncak arus mudik dan libur Lebaran.

Saat ini, kasus telah dilimpahkan ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri guna penyidikan lebih lanjut.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 374 KUHP dan/atau Pasal 375 ayat 1 dan 2 KUHP terkait tindak pidana peredaran uang palsu.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama saat bertransaksi tunai di hari raya.

 
Temuan Rp1,5 miliar uang palsu ini menjadi peringatan keras bagi warga untuk lebih waspada saat bertransaksi di tengah euforia belanja hari raya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas