Seskab Ngabuburit Bersama Raffi Ahmad dan Yovie Widianto, Ini yang Dibahas
Seskab Teddy Indra Wijaya ngabuburit bersama para Utusan Khusus Presiden di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Seskab Teddy Indra Wijaya ngabuburit bersama para Utusan Khusus Presiden di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
- Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu menekankan penguatan koordinasi lintas sektor.
- Mereka yang bertemu dengan Seskab adalah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto.
TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ngabuburit bersama Utusan Khusus Presiden di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Rabu (18/3/2026).
Mereka adalah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto.
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu menekankan penguatan koordinasi lintas sektor.
"Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, diskusi berjalan produktif dengan menekankan penguatan koordinasi lintas sektor," ujar Teddy dikutip dari unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Rabu (18/3/2026).
Salah satu yang dibahas ialah untuk menempatkan bahasa Indonesia bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai modal kreatif dan kekuatan identitas bangsa yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Melalui seni, film dan musik, bahasa Indonesia harus mendunia. Sebagai contoh, Korea Selatan yang terus memperkenalkan beberapa kata dalam bahasa Korea di seni, misalnya 'Saranghae' (aku cinta kamu). Dalam bahasa Mandarin misalnya Nǐ hǎo (Halo), Xièxie (Terima kasih)," terangnya.
Teddy menyebut, setidaknya harus ada satu-dua kata dalam Bahasa Indonesia yang bisa mendunia.
Baca juga: Seskab Teddy Tinjau Pemudik dan Layanan Kereta Api Kerakyatan di Stasiun Senen
Kemudian, melalui seni, akan disebarkan bahasa Indonesia ke dunia internasional.
"Dari ratusan ribu kosa kata Bahasa Indonesia, harus ada satu dua kata yang mendunia."
"Melalui musik, film dan seni kita sebarkan pengaruh budaya dan bahasa Indonesia ke dunia internasional," paparnya.
(Tribunnews.com/Deni)