Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Komitmen Sumbang 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Komitmen Sumbang 1 Miliar Dolar AS untuk BoP
Tangkap layar YouTube KompasTV
Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato di rapat perdana Board of Peace (BoP) Charter di Washington, DC, Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026). Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada BoP
  • Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP
  • Presiden menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujar Prabowo dalam wawancaranya, ditulis Minggu (22/3/2026).

Baca juga: Prabowo Ungkap Kronologi dan Alasan Indonesia Bersama Negara Mayoritas Muslim Lain Gabung BoP

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP

Hal ini, lanjutnya, terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya.

Baca juga: Kritik Kremlin dan Ilusi BoP: Akrobat Diplomasi Indonesia Kehilangan Kompas Moralnya

“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Prabowo.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.

“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, maka kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.

“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” jelasnya.

Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP.

“Tidak ada komitmen sama sekali,” pungkas Presiden.

Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan RI Tak Keluar dari BoP: Berjuang Demi Palestina

Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP) pada Maret 2026 bersama tujuh negara mayoritas Muslim. Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah ini bertujuan memperkuat dukungan diplomasi internasional bagi kemerdekaan Palestina, namun keanggotaan Indonesia bersifat evaluatif dan tidak termasuk komitmen finansial sebesar 1 miliar dolar. 

Latar Belakang

  • BoP (Board of Peace) adalah forum perdamaian internasional yang digagas Amerika Serikat bersama sejumlah negara mayoritas Muslim.
  • Indonesia bergabung setelah diskusi intensif dengan delapan negara lain, dengan fokus pada isu Palestina dan solusi dua negara (two-state solution).
  • Keputusan diumumkan oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, pada 17 Maret 2026.

Alasan Indonesia Bergabung

  • Dukungan terhadap Palestina: Indonesia ingin memperkuat posisi diplomasi internasional untuk mendorong Palestina menjadi negara mandiri.
  • Dialog damai: BoP membuka ruang untuk mendorong negosiasi damai antara Palestina dan Israel.
  • Solidaritas dunia Islam: Bergabung bersama tujuh negara mayoritas Muslim lain untuk menunjukkan kekuatan kolektif.
  • Evaluatif: Indonesia menegaskan akan keluar jika forum tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional atau perjuangan Palestina.

Isu Iuran & Klarifikasi

  • Terdapat opsi keanggotaan BoP dengan iuran sebesar 1 miliar dolar atau dengan mengirim pasukan perdamaian.
  • Indonesia tidak berkomitmen membayar iuran tersebut. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memilih jalur diplomasi dan kontribusi non-finansial. 

Posisi Indonesia saat Ini

  • Anggota aktif BoP, namun dengan sikap hati-hati dan evaluatif.
  • Fokus utama: perjuangan Palestina dan menjaga prinsip politik luar negeri bebas-aktif.
  • Indonesia siap keluar jika BoP dianggap kontraproduktif terhadap kepentingan nasional.
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas