H+4 Lebaran, 53.000 Kendaraan Padati Arah Jakarta di Jalan Layang MBZ
Pemudik diimbau mengecek kecukupan bahan bakar maupun daya listrik kendaraan juga perlu diperhatikan untuk menghindari kendala saat tengah perjalanan.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Selain itu, pengguna jalan juga diingatkan untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan selama perjalanan.
- Kecukupan bahan bakar maupun daya listrik kendaraan juga perlu diperhatikan untuk menghindari kendala di tengah perjalanan.
- Hal ini penting mengingat volume lalu lintas yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di sejumlah ruas tol utama, termasuk Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) yang menjadi salah satu jalur favorit pengguna jalan menuju Jakarta.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran Berlanjut, Pemerintah Diskon Tarif Tol 30 Persen untuk Kurangi Macet
Lonjakan volume kendaraan ini terjadi seiring berakhirnya masa libur Idul Fitri 1447 H, di mana masyarakat mulai kembali ke wilayah Jabodetabek.
Pada H+4 Idul Fitri atau Rabu (25/3/2026), PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 53.189 kendaraan melintas menuju arah Jakarta melalui ruas MBZ.
Angka tersebut melonjak 140,78 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang hanya mencapai 22.090 kendaraan.
Sementara itu, arus kendaraan yang bergerak meninggalkan Jakarta juga mengalami peningkatan, meski tidak sebesar arus balik.
Tercatat sebanyak 29.502 kendaraan menuju arah sebaliknya, atau naik 35,41 persen dibandingkan volume normal sebanyak 21.787 kendaraan.
Jika dibandingkan, arus lalu lintas di ruas MBZ masih didominasi kendaraan yang mengarah ke Jakarta. Kondisi ini menegaskan bahwa puncak arus balik masih berlangsung dan diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Hendri Taufik mengingatkan pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan.
"Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk dapat merencanakan perjalanan di luar waktu puncak yang telah diprediksi agar dapat terhindar dari kepadatan arus balik dengan memanfaatkan potongan tarif tol sebesar 30 persen pada tanggal 26 dan 27 Maret 2026 bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol Kalikangkung menuju Gerbang Tol Cikampek Utama," ucap Hendri dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, pengguna jalan juga diingatkan untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan selama perjalanan. Hal ini penting mengingat volume lalu lintas yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca juga: Pilihan Olahraga Ringan dan Nutrisi Tepat saat Hadapi Arus Balik Lebaran
Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta kendaraan layak jalan sebelum memulai perjalanan.
Baca juga: Puncak Arus Balik Usai, Polri Ubah Skema One Way Nasional Jadi Parsial dari GT Kalikangkung
Kecukupan bahan bakar maupun daya listrik kendaraan juga perlu diperhatikan untuk menghindari kendala di tengah perjalanan.
Tidak kalah penting, pengguna jalan diminta untuk mengantisipasi perubahan cuaca, terutama hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi jalan.
Baca tanpa iklan