Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Di Tengah Gejolak Energi Global, PGN Tawarkan BBG Seharga Rp 4.500 per LSP

PGN dorong pemanfaatan BBG sebagai alternatif energi yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Di Tengah Gejolak Energi Global, PGN Tawarkan BBG Seharga Rp 4.500 per LSP
PGN
BAHAN BAKAR GAS - Petugas melakukan pengisian bahan bakar gas (BBG) pada sebuah kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Gasku. PGN selaku Subholding Gas Pertamina mendorong pemanfaatan BBG sebagai alternatif energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dengan harga stabil Rp 4.500 per liter setara Pertalite (LSP 

TRIBUNNEWS.COM - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi bahan bakar gas (BBG) untuk sektor transportasi darat.

Komitmen tersebut dijalankan sebagai salah satu solusi energi yang mandiri, efisien, dan ramah lingkungan di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada ketersediaan serta harga energi dunia.

BBG merupakan wujud pemanfaatan gas bumi yang bersumber langsung dari perut bumi Indonesia. Layanan BBG melalui stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) menjadi langkah krusial untuk membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dengan harga bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini.

"Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," ujar Fajriyah dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Kelola 95 Persen Infrastruktur Gas Bumi Nasional, PGN Tambah 230 Km Pipa di 2025

Dari sisi harga, BBG menawarkan keunggulan yang cukup signifikan dibandingkan BBM. Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG, yakni Rp 4.500 per liter setara Pertalite (LSP) sehingga lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi dan mampu menekan biaya operasional kendaraan.

Selain itu, BBG juga lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon hingga 20 persen lebih rendah dibandingkan BBM. Pemanfaatan BBG dengan demikian turut mendukung akselerasi penggunaan energi bersih dan target pemerintah menuju Net Zero Emission.

Rekomendasi Untuk Anda

Fajriyah menambahkan bahwa penggunaan BBG juga memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Menurutnya, pembakaran gas yang lebih sempurna mampu membantu menjaga kebersihan ruang bakar sehingga dapat menurunkan biaya perawatan dan memperpanjang usia pakai kendaraan.

Sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat, PGN juga menyediakan layanan bengkel keliling bagi Komunitas Mobil Gas (Komogas). Layanan ini tersedia hingga 3 April 2026 di basecamp Komogas, wilayah Kalimalang, Jakarta Timur, serta pada 6 hingga 10 April 2026 di SPBG Bogor.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, serta konversi kendaraan ke BBG secara profesional.

Baca juga: Perkuat Fundamental Bisnis dan Infrastruktur, PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5 Persen di 2025

Untuk mewujudkan visi ketahanan energi melalui pemanfaatan BBG, PGN menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengelola 14 SPBG, 4 mobile refueling unit (MRU), dan 1 mother station (MS) untuk melayani kebutuhan BBG.

PGN berharap, sinergi yang solid dapat mendorong pemanfaatan BBG di masyarakat sekaligus memperluas pembangunan SPBG di berbagai wilayah.

"Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah. Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan melangkah maju menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat," tutup Fajriyah.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas