31.856 Guru Madrasah di Jateng Terima TPG, Pencairan Lulusan PPG 2025 Terus Berjalan
Sebanyak 31.856 guru madrasah di Jawa Tengah telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) hingga 9 Maret 2026.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 31.856 guru madrasah di Jawa Tengah telah menerima TPG hingga 9 Maret 2026.
- Pencairan TPG bagi lulusan PPG 2025 masih berlangsung dengan fokus pada validasi dan sinkronisasi data.
- Sekitar 10 ribu guru masih dalam proses administrasi, termasuk pembukaan rekening untuk pencairan selanjutnya.
TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 31.856 guru madrasah di Jawa Tengah telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) hingga 9 Maret 2026.
Penyaluran tersebut masih terus berlangsung, seiring proses lanjutan bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025.
Saat ini, fokus diarahkan pada penyelesaian tahapan administratif bagi guru PPG 2025.
Proses tersebut meliputi validasi data, perlindungan informasi penerima, serta penyiapan data induk sebagai dasar percepatan pencairan pada periode berikutnya.
Adapun proses ini juga mencakup sinkronisasi data dan pembukaan rekening bagi sekitar 10 ribu guru.
Ketua Tim Kerja Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Agus Mahasin, menjelaskan bahwa pencairan TPG bagi lulusan PPG 2025 dilakukan secara cermat dan terukur guna memastikan ketepatan sasaran.
"TPG bagi guru PPG 2025 sudah dalam proses pencairan. Kami memastikan validitas data penerima agar tepat sasaran serta menjaga keamanan data sebagai bagian dari tanggung jawab pengelolaan," ujar Agus, dikutip dari laman Kemenag, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: 15.038 Guru PAI Lulus Sertifikasi PPG Jelang Idulfitri 1447 H, Jadi Kado Bahagia dari Kemenag
Ia menambahkan, penyiapan data induk menjadi langkah penting untuk mempercepat mekanisme pencairan pada tahap selanjutnya.
"Untuk sebagian penerima, khususnya sekitar 10 ribu guru angkatan 2025, masih dilakukan proses lanjutan seperti sinkronisasi data dan pembuatan rekening. Tahapan ini membutuhkan waktu, namun menjadi fondasi agar pencairan berikutnya bisa dilakukan lebih dini," lanjutnya.
Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mempercepat proses tanpa mengabaikan ketelitian dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
"Kami memahami harapan para guru. Karena itu, kami berupaya maksimal agar pencairan dapat segera terealisasi dengan tetap menjaga akuntabilitas," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan