Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PP Pemuda Katolik: Paskah 2026 Jadi Alarm Moral di Tengah Krisis Global

Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik memaknai momentum Paskah 2026 di tengah dinamika global yang masih dibayangi konflik.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in PP Pemuda Katolik: Paskah 2026 Jadi Alarm Moral di Tengah Krisis Global
Tribunnews/Alfarizy
PERAYAAN PASKAH - Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik memaknai momentum Paskah 2026 di tengah dinamika global yang masih dibayangi konflik. Foto perayaan Misa Pontifikal di Gereja Katedra, Jakarta, Minggu (20/4/2025). Ribuan umat kristiani mengikuti ibadah dengan khidmat. (Tribunnews/Alfarizy) 

Ringkasan Berita:
  • Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik memaknai momentum Paskah 2026 di tengah dinamika global yang masih dibayangi konflik.
  • Momentum ini bukan hanya sekadar refleksi iman, melainkan energi moral dari kebangkitan Kristus, guna menghadapi tantangan zaman dan mempercepat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
  • Paskah kali ini tak hanya dimaknai sebagai perayaan spiritual, tetapi sebagai momentum untuk meneguhkan nilai-nilai moral.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik memaknai momentum Paskah 2026 di tengah dinamika global yang masih dibayangi konflik.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma menyebut, momentum ini bukan hanya sekadar refleksi iman, melainkan energi moral dari kebangkitan Kristus, guna menghadapi tantangan zaman dan mempercepat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: Hadiri Misa Vigili Paskah di Gereja Katolik Lavari, Menko AHY: Paskah jadi Momen Kebangkitan

"Ini bukan sekadar refleksi iman, tetapi kontribusi moral untuk memperkuat arah pembangunan bangsa. Paskah adalah energi untuk memastikan bahwa kemajuan berjalan seiring dengan keadilan dan kemanusiaan," kata Gusma, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, Paskah kali ini tak hanya dimaknai sebagai perayaan spiritual, tetapi sebagai momentum untuk meneguhkan nilai-nilai moral yang relevan dalam menjawab berbagai persoalan bangsa, dari krisis kemanusiaan global hingga ketimpangan sosial di dalam negeri. 

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

"Paskah memberi pesan kuat bahwa harapan harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Ini sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan persatuan, keadilan sosial, dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas," ucapnya.

Tidak hanya soal keadilan sosial, Gusma juga menggarisbawahi pentingnya pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam konteks lingkungan hidup.

Ia juga menyoroti fenomena bencana alam yang semakin sering melanda berbagai wilayah Indonesia menjadi peringatan bagi pentingnya kebijakan pembangunan yang tak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan alam. 

Hal ini sejalan dengan pesan dalam ensiklik Laudato Si’ yang menekankan pentingnya menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Gusma menyebut momen Paskah sebagai panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan berkolaborasi. 

Kolaborasi ini, menurutnya, sangat diperlukan untuk memperkuat solidaritas sosial dan mendorong transformasi Indonesia menjadi negara yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

"Selamat Paskah 2026. Semoga kebangkitan Kristus meneguhkan harapan, memperkuat persaudaraan, dan menggerakkan kita semua untuk terus berkarya bagi Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Untuk informasi, Umat Kristiani telah menjalani masa Prapaskah selama 40 hari, yang dilanjutkan dengan peringatan Minggu Palma serta Trihari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Vigili, hingga tiba Perayaan Paskah.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas