Diskusi Publik HMPN Soroti Kebebasan Sipil dan Dinamika Demokrasi di Indonesia
Asri Hadi mengingatkan agar tidak hanya mengusut pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Wakil Kordinator KontraS, Andrie Yunus.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Diskusi publik di Jakarta Timur membahas kebebasan sipil dan kualitas demokrasi Indonesia terkini
- Para narasumber menyoroti kasus kekerasan aktivis KontraS serta pentingnya pengusutan aktor intelektual
- Mereka juga menekankan keseimbangan antara kebebasan berpendapat, stabilitas politik, dan tanggung jawab publik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu kebebasan sipil dan kualitas demokrasi di Indonesia kembali menjadi perhatian dalam diskusi publik bertajuk 'Memastikan Kebebasan Sipil di Indonesia' yang digelar pada Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan jurnalis senior Asri Hadi, Aktivis Perempuan sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta Sophie Simanjuntak, serta Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Nusantara (HMPN) Astra Tandang.
Diskusi yang berlangsung di Balaipustaka, Jakarta Timur tersebut menyoroti dua peristiwa yang dinilai krusial dalam perkembangan demokrasi belakangan ini, yakni kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS serta pernyataan kontroversial dari pengamat politik Saiful Mujani.
Dalam forum tersebut, Asri Hadi mengingatkan agar tidak hanya mengusut pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Wakil Kordinator KontraS, Andrie Yunus.
Ia menekankan pentingnya pengungkapan aktor intelektual dibalik serangan tersebut sehingga tidak mencoreng institusi TNI secara keseluruhan.
Sementara itu, Astra Tandang menegaskan agar terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran.
Merespon pernyataan Pengamat Politik Saiful Mujani, dia menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto baru berjalan sekitar satu setengah tahun dan tengah berupaya menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan rakyat di tengah tantangan geopolitik dan fiskal.
Dia meyakini bahwa masyarakat tidak akan terprovokasi melakukan tindakan ekstrem terhadap pemerintahan yang sah. Ia menekankan pentingnya semua pihak kembali pada prinsip demokrasi dan menghormati pilihan rakyat.
Di sisi lain, Astra juga melihat pernyataan Syaiful Mujani sebagai bagian dari kebebasan berpendapat sekaligus keprihatianan atas ketiadaan suara-suara partai yang kritis.
Baca juga: Serangan terhadap Aktivis KontraS: Politik Ketakutan untuk Membungkam Kritik dan Kebebasan Sipil
"Hal ini bisa juga dilihat sebagai refleksi kekecewaan terhadap partai politik yang dinilai belum optimal menghadirkan oposisi yang kuat di suasana politik kita hari ini," ungkap Astra.
Sementara itu, Josephine Simanjuntak menegaskan agar ruang kebebasan sipil harus terus dibuka selebar-lebarnya dan kasus kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan dan HAM tidak boleh terulangi lagi.
Tapi ia juga mengingatkan agar kebebas yang ada jangan sampai menganggu kepentingan umum dengan memunculkan narasi-narasi yang provokatif.
Baca tanpa iklan