Siap-Siap! Anwar Usman Bakal Spill Drama Putusan MK Nomor 90 Lewat Buku 'Kotak Pandora'
Mantan Hakim Konstitusi, Anwar Usman, resmi mengakhiri 15 tahun masa pengabdiannya di Mahkamah Konstitusi (MK) per April 2026.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Hakim Konstitusi, Anwar Usman, resmi mengakhiri 15 tahun masa pengabdiannya di Mahkamah Konstitusi (MK) per April 2026.
Namun, alih-alih memilih masa pensiun yang tenang, ipar dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini justru menyiapkan kejutan: sebuah memoar bertajuk "Kotak Pandora".
Dalam pidato perpisahan di Gedung MK, Senin (13/4/2026), Anwar mengungkapkan telah merampungkan dua jilid buku yang merangkum perjalanan kariernya, termasuk dibalik layar putusan fenomenal yang mengubah peta politik Indonesia.
Bongkar Sisi Lain Putusan Nomor 90
Salah satu sorotan utama dalam buku tersebut dipastikan tertuju pada Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023.
Putusan inilah yang menjadi "karpet merah" bagi Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai kontestan Pilpres 2024 meski belum genap berusia 40 tahun.
Anwar menegaskan bahwa tulisannya dibuat secara objektif berdasarkan apa yang ia rasakan selama berada di kursi hakim.
"Saya beberkan apa adanya tanpa tendensi apa pun. Apa yang saya alami, apa yang saya hadapi, dan apa yang saya lakukan," ujar Anwar Usman dengan nada mantap.
Baca juga: Anwar Usman Buka Suara Soal Putusan 90: Bukan untuk Gibran, Itu untuk Semua Anak Muda
15 Tahun Suka dan Duka
Selain membahas kontroversi hukum, buku Kotak Pandora 1 & 2 ini juga memotret perjalanan hidup Anwar selama satu setengah dekade di benteng konstitusi.
Ia mengaku ingin membagikan sisi kemanusiaan di balik jubah hakim yang kaku.
- Pahit Getir: Pengalaman menghadapi tekanan publik dan dinamika internal MK.
- Rekam Jejak: Transformasi karier dari Wakil Ketua (2015) hingga menjabat Ketua MK (2018–2023).
- Refleksi: Pandangan pribadinya terhadap hukum di Indonesia pasca-pensiun.
Istilah "Kotak Pandora" yang dipilih Anwar sebagai judul buku tentu mengundang rasa penasaran publik.
Dalam mitologi, membuka kotak pandora berarti melepaskan rahasia atau masalah yang selama ini tersimpan rapat.
Apakah buku ini akan menjadi ajang klarifikasi atas tuduhan pelanggaran etik yang sempat menjeratnya, atau justru mengungkap fakta baru di balik putusan batas usia capres-cawapres?
Anwar Usman menutup masa jabatannya dengan meninggalkan warisan hukum yang panjang—dan kini, melalui literasi, ia mencoba menuliskan versinya sendiri tentang sejarah tersebut.