Kemendikdasmen Siapkan Pelatihan AI dan Coding untuk Guru, Ini Tujuannya
Pendidikan berkualitas ditentukan oleh sarana prasarana yang memadai serta guru sebagai agent of learning dan agent of civilization
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal membuat pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan coding.
- Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengatakan kualitas pendidikan ditentukan oleh kompetensi guru.
- Pendidikan berkualitas ditentukan oleh sarana prasarana yang memadai serta guru sebagai agent of learning dan agent of civilization.
TRIBUNNEWS.COM, SUMATERA BARAT - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal membuat pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan coding.
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengatakan kualitas pendidikan ditentukan oleh kompetensi guru.
Baca juga: ICW Sebut 87 Persen Guru Keluhkan Alami Pemotongan Tunjangan Imbas Pelaksanaan MBG
"Pelatihan pembelajaran mendalam, pelatihan ke-BK-an, pelatihan AI dan coding, dan berbagai pelatihan lain juga tetap diselenggarakan dengan biaya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Abdul Mu'ti saat peresmian revitalisasi sekolah di Kampus SD Muhammadiyah Fullday Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026).
Dirinya menilai guru memiliki peran vital dalam membentuk peradaban melalui pendidikan.
"Pendidikan berkualitas ditentukan oleh sarana prasarana yang memadai serta guru sebagai agent of learning dan agent of civilization yang harus terus kita tingkatkan," ujar Abdul Mu’ti
Selain itu, Kemendikdasmen akan memberikan pelatihan bahasa Inggris juga akan diperluas bagi guru SD.
Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada 2027.
Baca juga: Guru Besar Unpad Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Polisi Selidiki Kasus
Menurut Abdul Mu’ti, penguatan kapasitas guru menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan dari hulu. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang lebih luas, tidak hanya di sekolah.
Pemerintah, kata dia, mendorong sinergi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
"Kami ingin memperkuat ekosistem pendidikan agar program pembelajaran bisa berjalan lebih efektif," pungkasnya.
Baca tanpa iklan