Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kadernya di Maluku Tenggara Tewas Dibunuh, Golkar Minta Jajaran Tak Terpancing

Muhammad Sarmuji mengimbau kader Partai Golkar tetap tenang dan tidak terpancing emosi pasca penusukan Agrapinus Rumatora.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Kadernya di Maluku Tenggara Tewas Dibunuh, Golkar Minta Jajaran Tak Terpancing
Tribunnews.com
TEWAS DITIKAM - Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau John Kei tewas ditikam saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, pada Minggu (19/4/2026). Dia sempat memperoleh penanganan medis sebelum dinyatakan meninggal dunia 
Ringkasan Berita:
  • Muhammad Sarmuji mengimbau kader Partai Golkar tetap tenang dan tidak terpancing emosi pasca penusukan Agrapinus Rumatora, serta menyerahkan proses hukum kepada polisi.
  • Meski duka dan kemarahan dirasakan internal partai, kader diminta menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengimbau seluruh kader untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi menyusul insiden penusukan yang menimpa Ketua DP Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora atau Nus Kei.

Sarmuji menegaskan, situasi pascakejadian harus disikapi dengan kepala dingin sambil menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

“Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut,” ujar Sarmuji dalam pesan yang diterima Tribunnews, Minggu (19/4/2026).

Dia mengakui, peristiwa tersebut menimbulkan duka sekaligus kemarahan di internal partai. Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan tidak memperkeruh keadaan.

“Ini peristiwa yang sangat kami sesalkan. Kami berduka, sedih, dan marah. Tapi kita harus tetap menahan diri,” kata dia.

Golkar, lanjut Sarmuji, meminta seluruh kader di daerah, khususnya di Maluku, untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, pihaknya juga mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap pelaku serta motif di balik insiden tersebut.

“Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini,” tegasnya.

Sarmuji menambahkan, sikap tenang dan tidak reaktif menjadi kunci agar proses hukum berjalan lancar tanpa tekanan situasi di lapangan.

“Semua kita serahkan kepada kepolisian, termasuk soal motif dan latar belakang pelaku,” pungkasnya.

Ketua DPC Partai Golkar, Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas ditikam pada Minggu (19/4/2026).

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengatakan korban ditusuk orang tidak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara sekira pukul 11.25 WIT.

Adapun saat itu, kata Rositah, Nus Kei baru saja tiba di Bandara tersebut dari Jakarta.

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” kata Rositah dalam keterangannya, Minggu.

Ketika itu, Nus Kei sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca juga: Ketua DPD Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Sekjen Golkar Desak Polisi Usut Tuntas

Namun, korban akhirnya meninggal dunia akibat luka yang diterima akibat penikaman tersebut.

Dalam hal ini, Polres Maluku Tenggara langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, pelarian pelaku tak lama dan langsung ditangkap 2 jam setelahnya.

Adapun dalam kasus ini, sebanyak dua orang pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) berhasil ditangkap dan tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rosita mengatakan pimpinan Polda Maluku sudah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani secara profesional transparan, dan tuntas.  

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas