Komisi III DPR: Polisi Harus Jadi Pelindung dan Pengayom Masyarakat
Kisah pilu Azizah Candrasari bocah yang viral karena merawat ayahnya yang sakit di tengah keterbatasan ekonomi dapat perhatian dari Ahmad Sahroni.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Kisah pilu Azizah Candrasari (6,5), bocah yang viral karena merawat ayahnya yang sakit di tengah keterbatasan ekonomi, mendapat perhatian luas publik termasuk dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
- Sahroni menyalurkan bantuan Rp 50 juta, serta berbagai perlengkapan untuk kebutuhan anak-anak di yayasan Rumah Singgah Bumi Damai.
- Kini Azizah dan keluarganya telah dievakuasi ke yayasan tersebut untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kisah pilu Azizah Candrasari (6,5), bocah yang viral karena merawat ayahnya yang sakit di tengah keterbatasan ekonomi, mendapat perhatian luas publik.
Di usia belia, Azizah harus menggantikan peran ibunya yang telah lama pergi, tinggal di kos sederhana di kawasan Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, bersama ayahnya Hermanto (56), seorang pencari rongsokan yang menderita benjolan di kepala, serta adiknya yang masih berusia 5 tahun.
Di tengah kondisi tersebut, Azizah tetap berjuang mengurus rumah sekaligus merawat ayahnya.
Kisah ini pun menggerakkan kepedulian berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian.
Ipda Ali Nur Suwandi melalui akun sosialnya @polisibaksos bergerak cepat mengevakuasi Azizah dan keluarganya ke Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai.
Baca juga: Sosok Altaf, Bocah asal Ternate yang Dibully ‘Sok Inggris’ karena Fasih Berbahasa Asing
Di sana, Azizah kini mendapatkan perlindungan, perawatan, serta lingkungan yang lebih layak untuk tumbuh dan berkembang.
Aksi cepat dan humanis tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Dia menegaskan bahwa tindakan Ipda Ali mencerminkan peran ideal kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga harus menjadi pelindung dan pengayom yang benar-benar turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan. Apa yang dilakukan Ipda Ali ini adalah contoh yang sangat baik dan harus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran,” kata Sahroni, kepada wartawan Selasa (21/4/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata, Sahroni melalui tim Ahmad Sahroni Center (ASC) turut menyalurkan bantuan sebesar Rp 50 juta, serta berbagai perlengkapan untuk kebutuhan anak-anak di yayasan tersebut.
Ipda Ali mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan itu sangat berarti tidak hanya bagi Azizah, tetapi juga bagi ratusan anak lain yang berada di bawah naungan yayasan.
“Alhamdulillah ada bantuan dari Pak Sahroni sebesar Rp 50 juta dan berbagai perlengkapan seperti baju, alat tulis, buku, mainan, hingga kebutuhan sehari-hari. Ini luar biasa bagi kami dan anak-anak di sini. Mereka sangat bahagia,” ujarnya.
Baca juga: Ledakan Septic Tank di Pamekasan, Penutup Beton Terpental, Bocah 4 Tahun Tewas
Sahroni menambahkan, Komisi III DPR RI akan terus mendorong pendekatan humanis dalam institusi kepolisian agar kehadiran aparat benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi sulit.
“Langkah-langkah seperti ini harus diperbanyak. Polisi harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” tandasnya.
Baca tanpa iklan