Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dasco Bantah Isu Merger Gerindra-NasDem: Tidak Pernah Ada Pembicaraan Itu

Isu merger penggabungan dua partai politik, antara Gerindra dan NasDem dibantah Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Dasco Bantah Isu Merger Gerindra-NasDem: Tidak Pernah Ada Pembicaraan Itu
Tribunnews/Igman Ibrahim
BANTAH ISU MERGER - Isu merger penggabungan dua partai politik, antara Gerindra dan NasDem dibantah Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. 
Ringkasan Berita:
  • Isu merger antara Gerindra dan NasDem dibantah oleh Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
  • Ia menegaskan tidak pernah ada pembicaraan mengenai penggabungan dua partai tersebut dan menyebut kabar yang beredar membuat pihaknya bingung. 
  • Dasco menilai isu itu sudah selesai setelah elite NasDem memberikan klarifikasi.
  • Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, juga mengaku terkejut dengan mencuatnya isu penggabungan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu merger penggabungan dua partai politik, antara Gerindra dan NasDem dibantah Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Ia menegaskan tidak pernah ada pembicaraan penggabungan dua partai tersebut.

"Seperti yang disampaikan oleh Nasdem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dasco mengaku bingung bisa muncul isu merger Gerindra-NasDem.

Menurutnya isu tersebut sudah berhenti setelah elite NasDem juga menjelaskan isu merger tersebut.

"Begitu dengar juga kita bingung sumbernya dari mana, tapi karena NasDem juga sudah duluan menjelaskan karena subjeknya NasDem, ya kita pikir sudah cukup," tandas Wakil Ketua DPR RI itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengaku terkejut, dengan mencuatnya isu penggabungan atau fusi antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Rekomendasi Untuk Anda

Saan menjelaskan, istilah yang tepat dalam konteks politik adalah fusi, bukan merger atau akuisisi. 

Menurutnya, konsep tersebut bukan hal baru dalam sejarah politik Indonesia.

“Ya, ini juga saya baru kaget juga ya, baru apa, mencuat terkait dengan soal isu fusi ya. Dalam bahasa politik itu kan fusi ya, bukan merger, bukan akuisisi ya, fusi. Apa, Gerindra, NasDem,” kata Saan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Isu merger mencuat setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Februari 2026.

Pertemuan itu memunculkan spekulasi publik bahwa kedua partai akan melebur.

Namun, Surya Paloh ketika itu menegaskan bahwa yang dibicarakan adalah konsolidasi politik dan kerja sama mendukung pemerintahan, bukan penggabungan partai.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas