Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

RI Bakal Gaet Pihak Asing untuk Perluasan Jaringan Kereta Api Nasional

Pemerintah berencana mereaktivasi jalur kereta api sepanjang 14.000 kilometer dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1.200 triliun.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in RI Bakal Gaet Pihak Asing untuk Perluasan Jaringan Kereta Api Nasional
Tribunnews.com/Fersianus Waku
KERETA API NASIONAL - Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berbicara kepada pers usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Menko AHY menyatakan pemerintah akan menggalang investor asing untuk memperluas jaringan kereta api nasional sepanjang 14.000 km dengan kebutuhan Rp 1.200 triliun.
  • Pendanaan tidak hanya dari APBN dan APBD, tetapi juga melalui skema KPBU serta investasi luar negeri yang masih terbuka bagi berbagai negara.
  • Proyek ini ditargetkan berlangsung selama 20 tahun dengan kebutuhan Rp60–65 triliun per tahun untuk pembangunan jalur kereta di wilayah strategis.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan pemerintah akan menggandeng pihak asing untuk perluasan jaringan kereta api nasional.

Pemerintah berencana mereaktivasi jalur kereta api sepanjang 14.000 kilometer dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1.200 triliun.

"Bukan hanya dibebankan pada APBN tapi juga APBN dan APBD karena pemerintah daerah juga harus terlibat langsung, tapi juga dengan skema-skema kerja sama antara pemerintah dan swasta, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha, KPBU, termasuk juga investasi dari luar," kata AHY usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

AHY menjelaskan dalam upaya menarik modal dari luar negeri, pihaknya berkoordinasi erat dengan Kementerian Investasi terkait serta institusi pengelola investasi nasional, Danantara. 

"Karena untuk sektor transportasi atau membangun konektivitas antar wilayah termasuk kereta ini tentunya kita mengundang mengajak berbagai pihak," ujarnya. 

Lalu negara mana saja yang akan menjadi mitra kerja sama?

AHY menegaskan bahwa hingga saat ini statusnya masih terbuka. 

Rekomendasi Untuk Anda

Meski Indonesia memiliki riwayat kerja sama dengan sejumlah negara dalam proyek perkeretaapian sebelumnya, pemerintah belum menetapkan satu mitra definitif.

"Kita belum definitif tapi berdasarkan pengalaman atau yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya ada sejumlah negara yang tentunya juga sudah pernah bekerja sama sampai dengan hari ini dengan Indonesia," ucapnya. 

"Tapi ini terbuka, terbuka sekali belum definitif dan kita ingin terus mencari mereka yang memiliki ketertarikan baik itu pengembangan kereta dalam kota atau juga kereta logistik," sambungnya. 

Berdasarkan hitungan awal, untuk memenuhi target perluasan jaringan kereta selama 20 tahun ke depan, dibutuhkan dana sekitar Rp 60 triliun hingga Rp 65 triliun per tahun. 

Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan jalur kereta di wilayah strategis seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas