Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ekonom Sarankan Prabowo Banyak Mendengar dan Merenung, Tinjau Ulang Program MBG hingga Koperasi Desa

Ekonom dari FEB UNS, Mulyanto, menyarankan pemerintah agar mau meninjau ulang sejumlah program besar di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ekonom Sarankan Prabowo Banyak Mendengar dan Merenung, Tinjau Ulang Program MBG hingga Koperasi Desa
BPMI SETPRES/
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan kata sambutan di sela-sela peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Prabowo dinilai perlu mendengarkan masukan publik terkait pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. 
Ringkasan Berita:
  • Ekonom Mulyanto sarankan Prabowo Subianto tinjau ulang program besar di tengah tekanan ekonomi nasional
  • Program MBG, Sekolah Rakyat, hingga Kopdes dinilai perlu uji coba bertahap
  • Pemerintah diminta dengar kritik publik dan pertimbangkan dampak fiskal serta kesejahteraan

 

TRIBUNNEWS.COM – Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Mulyanto, menyarankan pemerintah agar mau meninjau ulang sejumlah program besar di tengah tekanan ekonomi, termasuk kenaikan harga BBM dan LPG serta dinamika geopolitik global.

Menurut Mulyanto, Presiden Prabowo Subianto perlu mendengarkan masukan publik terkait pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

Ia menyoroti sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga pengelolaan dana besar melalui Danantara, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Saya kira Pak Prabowo harus mulai mendengar. Program-program besar itu perlu ditinjau ulang,” ujar Mulyanto dalam dialog Overview Tribunnews, Rabu (22/4/2026).

Soroti Program Besar Dilaksanakan Serentak

Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta itu menilai, pelaksanaan program secara serentak di seluruh wilayah berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama jika tidak didahului uji coba di daerah yang dinilai siap.

Ia menyarankan agar pemerintah menerapkan skema bertahap dengan melakukan pilot project di kawasan yang prospektif sebelum diperluas ke daerah lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Koperasi Merah Putih misalnya. Menurut Mulyanto, pembangunan infrastruktur program tanpa diiringi aktivitas yang jelas justru berisiko tidak efektif.

“Jangan sampai bangunan sudah ada, tetapi aktivitasnya belum berjalan,” katanya.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, BI Buka Suara soal Dampaknya ke Inflasi

Lebih lanjut, Mulyanto mengingatkan bahwa program pemerintah berpotensi menimbulkan persaingan dengan pelaku usaha lokal yang telah lebih dulu ada, seperti koperasi desa maupun BUMDes.

Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dikhawatirkan dapat mematikan usaha kecil di sekitar lokasi program.

“Jangan sampai kegiatan pemerintah justru menjadi pesaing bagi aktivitas ekonomi masyarakat yang sudah berjalan,” ujarnya.

Tekankan Evaluasi Kemampuan Fiskal

Mulyanto juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kemampuan keuangan negara dalam menjalankan program-program besar tersebut.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak mengorbankan sektor lain atau berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, indikasi ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah harus menjadi bahan evaluasi serius.

“Kalau sudah banyak kritik dari masyarakat, itu berarti perlu ada yang diperbaiki,” kata dia.

Imbau Pemerintah Banyak Mendengar

Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, Mulyanto menekankan pentingnya sikap pemerintah untuk lebih terbuka terhadap masukan publik.

Ia menyarankan agar pengambilan kebijakan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang ini pemerintah harus banyak mendengar, sambil merenung, mana kebijakan yang benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Prabowo Lakukan Diplomasi Luar Negeri

Sementara itu belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto langsung mengumpulkan kabinetnya setelah merampungkan kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis pada Kamis (16/4/2026).

Presiden menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran Kabinet Merah Putih untuk memastikan hasil diplomasi di Eropa segera diterjemahkan menjadi kebijakan domestik yang nyata.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk respons cepat kepala negara dalam mengawal kesinambungan Program Strategis Nasional (PSN). 

Rapat ini dihadiri oleh jajaran menteri ekonomi, energi, hingga pimpinan Danantara untuk menyelaraskan langkah lintas sektoral.

“Sepulang dari lawatan kenegaraan ke Rusia dan Prancis, Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Terbatas yang dihadiri oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulis yang diunggah pada Jumat (17/4/2026).

Dalam pertemuan tertutup tersebut, Presiden Prabowo memberikan instruksi spesifik mengenai akselerasi di sektor-sektor krusial. 

Adapun fokus utama tertuju pada transformasi ekonomi berkelanjutan, mulai dari kedaulatan pangan hingga inovasi energi terbarukan yang menjadi poin penting dalam visi kepemimpinannya.

“Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden membahas percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional, termasuk di bidang pendidikan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, serta pemanfaatan sampah menjadi energi,” ungkapnya.

Baca juga: Tak Hanya Kerja Sama BBM & LPG, Kunjungan Prabowo ke Rusia juga Bahas Investasi Kilang & Storage

Selain membahas agenda internal, ratas ini berfungsi sebagai jembatan untuk mengeksekusi komitmen internasional yang baru saja diraih dari Moskow dan Paris. 

Ia mengatakan pemerintah berupaya agar penguatan kerja sama di kancah global tidak berhenti di atas kertas, melainkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri.

“Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil penguatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara mitra, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional ke depan,” tegasnya.

(Tribunnews.com/Gilang P, Igman I)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas