Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bertemu Rektor Unpad, Mentrans Iftitah Bicara Dukungan Teknologi Kampus Garap Hilirisasi Ubi Jalar

Menteri M. Iftitah Sulaiman jalin kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran genjot potensi komoditas ubi jalar melalui proses industrialisasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bertemu Rektor Unpad, Mentrans Iftitah Bicara Dukungan Teknologi Kampus Garap Hilirisasi Ubi Jalar
Tribunnews.com/Dok. Kementrans
KAWASAN TRANSMIGRASI - Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara bersama Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita saat berbincang soal guna membahas industrialisasi ubi jalar di kawasan Transmigrasi. (Dok. Kementrans) 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Transmigrasi memperkuat langkah transformasi di kawasan transmigrasi dengan menggandeng dunia pendidikan.
  • Menteri M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjalin kolaborasi dengan Unpad untuk menggenjot potensi komoditas ubi jalar melalui proses industrialisasi.
  • Langkah ini sebagai bagian dari upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi tengah memperkuat langkah transformasi di kawasan transmigrasi dengan menggandeng dunia pendidikan.

Kali ini, Menteri M. Iftitah Sulaiman Suryanagara tersebut menjalin kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk menggenjot potensi komoditas ubi jalar melalui proses industrialisasi.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Iftitah Sulaiman mengungkapkan bahwa kekuatan utama kementeriannya terletak pada ketersediaan lahan dan tenaga kerja dari para transmigran.

Namun, ia mengakui masih adanya celah dalam aspek penguasaan teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kementerian Transmigrasi memiliki kekuatan pada lahan dan tenaga kerja transmigran. Namun, kami masih membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sinilah peran Unpad sebagai perguruan tinggi menjadi sangat penting,” ujar Iftitah saat mengunjungi Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Lahan Transmigrasi di Kaltim Diduga Jadi Tambang Ilegal, Kementrans Minta Kejaksaan Tuntaskan Kasus

Iftitah menekankan pentingnya membangun ekosistem yang terintegrasi, mulai dari riset di kampus hingga kepastian pasar bagi para petani transmigran.

“Kami akan menghubungkan kekuatan lahan, tenaga kerja, teknologi dari kampus, dukungan investasi, hingga kepastian pasar atau off-taker. Jika semua ini terintegrasi, hasilnya akan maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyambut baik sinergi ini. 

Ia menyebut saat ini Unpad tengah mengembangkan pusat riset dan inovasi ubi jalar yang diproyeksikan menjadi rujukan nasional.

Prof. Arief membeberkan fakta bahwa potensi ekspor ubi jalar Indonesia sebenarnya sangat besar, terutama permintaan dari Jepang dan Korea Selatan. Namun, saat ini kualitas produksi yang memenuhi standar ekspor masih tergolong rendah.

“Dari total produksi, baru sekitar 15 persen yang memenuhi standar ekspor. Padahal permintaannya sangat tinggi. Dengan dukungan riset dan teknologi, kita targetkan bisa meningkat hingga 50 persen,” ungkap Arief.

Baca juga: 6 Manfaat Rutin Makan Ubi Jalar, Kaya Nutrisi dan Punya Beragam Khasiat Kesehatan

Tak hanya fokus pada pasar ekspor, kolaborasi ini juga menyasar sektor hilirisasi. Produksi ubi jalar yang tidak masuk kategori ekspor akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti tepung dan bahan pangan lainnya.

“Sisanya bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Ini yang akan kita dorong melalui industrialisasi di kawasan transmigrasi,” imbuhnya.

Kerja sama ini nantinya akan diwadahi melalui konsep PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence), sebuah ekosistem inovasi dari hulu hingga hilir yang diharapkan mampu menciptakan model baru dalam transformasi transmigrasi di era pemerintahan saat ini.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas