Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

6 Fakta Dirut Kereta Api Bobby Rasyidin, Wajah Sendu Saat Dampingi Prabowo

Bobby mendampingi Prabowo saat konferensi pers usai menjenguk korban kecelakaan kereta.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in 6 Fakta Dirut Kereta Api Bobby Rasyidin, Wajah Sendu Saat Dampingi Prabowo
Foto tangkapan layar
Bobby Rasyidin (kanan) mendampingi Prabowo saat konferensi pers usai menjenguk korban kecelakaan kereta di  RSUD Kota Bekasi, 28 April 2026, kemarin. /Youtube: Sekretariat Presiden 
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan kereta commuter line dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. 
  • 15 penumpangnya meninggal dunia semuanya perempuan, 84 korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
  • Di tengah suasana duka, Bobby Rasyidin Direktur Utama PT KAI, duduk termenung di depan rangkaian KRL yang ringsek parah usai kecelakaan.
  • Wajahnya juga terlihat sendu ketika mendampingi Presiden Prabowo  menjenguk korban kecelakaan di RUSD Kota Bekasi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Raut wajahnya sendu.

Sesekali matanya berkedip-kedip lalu tertunduk.

Dia mengangguk tatkala Presiden Prabowo Subianto bertanya kepadanya.

Dialah Bobby Rasyidin, Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Bobby mendampingi Prabowo saat konferensi pers usai menjenguk korban kecelakaan kereta di  RSUD Kota Bekasi, 28 April 2026, kemarin.

Bobby jadi sorotan.

Dia mungkin pejabat paling pertama yang sampai di lokasi kecelakaan kereta.

Rekomendasi Untuk Anda

Fotonya viral duduk termenung di depan rangkaian KRL yang ringsek parah usai ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Aksinya mengundang simpati dari netizen di media sosial.

PEMBERSIHAN BANGKAI KERETA - Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi terkait proses pembersihan bangkai kereta akibat kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). 
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memberikan keterangan pers soal kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).  (Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior)

6 Fakta Jejak Karier  Bobby Rasyidin?

1. Baru setahun jadi Dirut KAI

Bobby Rasyidin ditunjuk sebagai Dirut PT KAI menggantikan Didiek Hartantyo pada 2025 lalu.

Bobby diangkat sebagai Direktur Utama PT KAI (Persero) sejalan dengan surat keputusan Nomor: SK-224/MBU/08/2025 dan SK.039/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025.

2. Lulusan Australia

Lahir pada 31 Oktober 1974 di Padang Sumatera Barat, Bobby menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1996.

Dia juga meraih gelar MBA dari University of New South Wales Australia pada tahun 2000.

3. Berpengalaman di BUMN

Sebelum ke KAI, Bobby menjabat Direktur Utama PT Len Industri (Persero) sejak 2021.

Perusahaan ini kini menjadi holding industri pertahanan negara, Defend ID, yang membawahi PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL Indonesia.

4. Awal Karier di Perusahaan Multinasional

Ia pernah memimpin PT Alcatel Lucent Indonesia pada periode 2012–2015, perusahaan patungan antara Alcatel asal Prancis dan Lucent asal Amerika Serikat yang memproduksi peralatan telekomunikasi global.

5. Pernah Menjadi Komisaris di Sejumlah Perusahaan

Bobby masuk lingkup BUMN pada 2016 sebagai Komisaris Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia hingga 2019.

Ia kemudian menjabat Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk sejak 2020, dan Komisaris Utama PT Indonesian Cloud pada 2019–2021.

6. Tragedi pertama

Setahun menjabat, Bobby tampaknya mampu membuat manajemen perkeretapian tetap 'profesional' dengan membangun sejumlah stasiun baru yang moderen.

Visi utama Bobby Rasyidin mengakselerasi transformasi digital dan inovasi layanan yang berkelanjutan.

Ia fokus membawa KAI menjadi penyedia layanan transportasi modern yang efisien, andal, dan ramah lingkungan, memanfaatkan pengalamannya dalam transformasi BUMN sebelumnya.

Kecelakaan kereta di Bekasi timur kemarin adalah tragedi pertama yang dihadapinya sejak menjabat bos di PT KAI.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas