Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kritikan Prabowo Sering ke Luar Negeri Menggema di Demo Hari Buruh

Rentetan kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo dinilai tidak membawa solusi bagi krisis di dalam negeri. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kritikan Prabowo Sering ke Luar Negeri Menggema di Demo Hari Buruh
Tribunnews.com/Fersianus Waku
HARI BURUH - Aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). (Fersianus Waku) 
Ringkasan Berita:
  • Rentetan kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo dinilai tidak membawa solusi bagi krisis di dalam negeri. 
  • GMNI menyoroti kebijakan bongkar pasang menteri atau reshuffle kabinet yang kerap dilakukan pemerintah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD GMNI DKI Jakarta Deodatus Sunda Se mengkritik  Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut dia sampaikan dalam orasinya pada aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026).

Deodatus menilai, rentetan kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo tidak membawa solusi bagi krisis di dalam negeri. 

Ia menganggap langkah tersebut justru mengorbankan kedaulatan negara demi kepentingan kapitalisme global.

"Prabowo hanya mengelilingi negara-negara di belahan dunia, hanya menggadaikan tanah rakyatnya, hanya menggadaikan nasib rakyatnya, kawan-kawan. Yang antek asing sebenarnya adalah rezim Prabowo-Gibran," kata Deodatus dalam orasinya.

Ia juga menyoroti kebijakan bongkar pasang menteri atau reshuffle kabinet yang kerap dilakukan pemerintah. 

Baca juga: Di Hari Buruh, Prabowo Sebut Perjuangan Pemerintah Lahirkan UU PPRT

Menurut dia, lima kali reshuffle dalam kurun waktu satu setengah tahun sama sekali tidak menjawab persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apakah menteri yang dilantik mampu menyelesaikan persoalan geopolitik dan geoekonomi? Tidak!" ungkapnya yang disambut riuh massa.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas