Legislator PDIP Kutip Filosofi Sapu Lidi Bung Karno, Tekankan Politik Gotong Royong
Romy Soekarno, menggaungkan kembali filosofi "sapu lidi" ajaran Presiden Pertama RI, Soekarno atau Bung Karno.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Romy Soekarno, menggaungkan kembali filosofi “sapu lidi” Bung Karno sebagai simbol politik gotong royong.
- Ia menekankan bahwa kekompakan kader harus diwujudkan secara nyata, terorganisir, dan berkelanjutan, bukan sekadar wacana.
- Romy bersama sesama anggota DPR RI dari Dapil VI Jawa Timur, turun langsung menyapa masyarakat di Blitar, Kediri, dan Tulungagung untuk menyerap aspirasi warga terkait ketenagakerjaan, pertanian, dan ekonomi kerakyatan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Romy Soekarno, menggaungkan kembali filosofi "sapu lidi" ajaran Presiden Pertama RI, Soekarno atau Bung Karno.
Romy mengatakan, semangat itu terus ia gaungkan ketika menyapa warga di Blitar, Tulungagung, hingga Kediri.
"Sendiri kita mudah patah, bersama kita kuat," kata Romy dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Menurut dia, kejayaan partai ke depan terletak pada kekompakan dan persatuan kader yang dijalankan secara nyata, terorganisir, dan berkelanjutan.
Bagi Romy, ajaran tentang kekompakan laksana sapu lidi ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran wacana.
Ia langsung mewujudkannya melalui langkah konkret dengan menggelar rangkaian kunjungan dan masa reses bersama sesama anggota DPR RI dari Dapil VI Jawa Timur, Pulung Agustanto.
Keduanya kompak turun ke bawah menyapa masyarakat di wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung.
Selain penguatan internal, Romy juga menekankan pentingnya adaptasi strategi politik melalui pendekatan digital untuk menjangkau generasi muda (Gen Z).
Menurut dia, nilai-nilai ideologi partai harus tetap kuat, namun dikemas secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam rangkaian reses yang dijiwai semangat kebersamaan ini, Romy dan Pulung menggelar dialog langsung dengan masyarakat.
Keduanya mendengarkan serta menyerap aspirasi warga terkait masalah ketenagakerjaan, pertanian, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Kegiatan ini menegaskan bahwa arah perjuangan partai ke depan adalah memadukan soliditas organisasi, kedekatan dengan rakyat, dan inovasi komunikasi, sebagai jalan untuk memperkuat kembali posisi partai dalam kontestasi politik mendatang," tutur Romy.
Baca tanpa iklan