Datangi MUI, KSP Dudung Dapat Arahan Jaga Lisan dan Setop Saling Fitnah
KSP Dudung Abdurachman bersilaturahmi ke MUI, menerima pesan menjaga lisan, persatuan bangsa, dan menolak saling fitnah.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- KSP Dudung Abdurachman bersilaturahmi ke Kantor MUI Jakarta Pusat
- MUI tekankan pentingnya etika komunikasi dan persatuan bangsa
- Dudung akan sampaikan aspirasi ulama langsung kepada Presiden
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman melakukan silaturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan ulama untuk menyerap masukan terkait kondisi sosial masyarakat.
Dudung: Aspirasi Ulama Disampaikan ke Presiden
Dudung menilai ulama memiliki sensitivitas tinggi terhadap persoalan masyarakat dan menjadi sumber masukan penting bagi pemerintah.
Ia menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Ya, ini silaturahmi ini sangat luar biasa kalau menurut saya, makanya saya hadir karena saya satu sisi pejabat baru sebagai Kantor Staf Presiden (KSP) yang bisa mewakili pemerintah," ujar Dudung di hadapan jajaran pimpinan MUI.
Baca juga: Setelah Polri, Ahmad Dofiri Sebut Presiden Prabowo Ingin Lembaga Lain Direformasi
MUI Tekankan Jaga Lisan dan Persatuan
Dalam pertemuan itu, MUI menekankan pentingnya etika komunikasi publik di tengah dinamika kebangsaan.
Dudung mengutip pesan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar agar masyarakat menjaga lisan dan tidak menyebarkan kebencian.
"Menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga mulut untuk tidak saling membenci, saling merendahkan, saling memfitnah, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga," ujarnya.
Hadir Pimpinan MUI
Pertemuan turut dihadiri Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, serta KH Anwar Iskandar secara daring.
Silaturahmi KSP Dudung dan MUI menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan ulama sekaligus penguatan etika komunikasi publik untuk menjaga persatuan bangsa.
Baca tanpa iklan