Bima Arya: Sinergi Pusat–Daerah Adalah Kunci Hadapi Tantangan Global dan Perkuat Daya Saing Nasional
Dalam paparannya, Bima menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkapkan kunci dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat daya saing nasional, yaitu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, sinergi tersebut terutama diperlukan untuk mengakselerasi program prioritas.
Hal tersebut disampaikan Bima dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri di Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (5/5/2026). Forum ini mengangkat tema “Sinergi Daerah dalam Menjawab Tantangan dengan Fokus pada Percepatan Penurunan Pengangguran, Kemiskinan, dan Stunting, Pengendalian Inflasi, serta Penguatan Skema Pembiayaan Kreatif.”
Baca juga: Inflasi April 2026 Terkendali di 2,42 Persen, Kemendagri Minta Daerah Tak Lengah
Dalam paparannya, Bima menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan lokal, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika global dan arah kebijakan nasional.
Ia menjelaskan, tantangan tersebut mencakup tekanan global seperti fluktuasi harga energi dan inflasi, dinamika kebijakan nasional dengan berbagai program prioritas, serta tuntutan di tingkat lokal dalam memenuhi janji politik dan pelayanan dasar masyarakat. Kondisi ini menuntut kepala daerah memiliki kapasitas adaptif sekaligus kemampuan eksekusi yang kuat.
"Saat ini sebagai orang yang pernah mengalami masa-masa yang tidak mudah memimpin daerah, saya sangat memahami suasana kebatinan betapa tidak mudahnya jadi kepala daerah, bupati, wali kota atau gubernur," ujar Bima.
Baca juga: Wamendagri Bima Arya Ingin Generasi Muda Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya penerapan konsep statecraft dalam tata kelola pemerintahan. Hal ini mencakup kemampuan pemimpin untuk berpikir strategis, terampil dalam implementasi, serta memiliki integritas yang dapat dipercaya.
"Cara baru mengelola negara yang memerlukan para pemimpin yang andal, terampil, dan cerdas," tegasnya.
Bima juga mendorong penguatan kolaborasi sektoral yang lebih fleksibel, terutama dalam pengendalian inflasi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah, serta optimalisasi pembiayaan pembangunan, termasuk melalui skema kreatif.
Ia pun mengungkapkan harapannya agar forum ini menghasilkan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan. Dengan demikian, sinergi pusat dan daerah tidak berhenti pada koordinasi formal, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.(*)
Baca tanpa iklan