Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sidang Korupsi K3: 'Sultan Kemnaker' Sebut Noel Ebenezer Telepon Minta Ducati

Update Sidang K3: Bobby ungkap detik-detik Noel Ebenezer telepon tanya progres Ducati Rp600 juta dari uang pelicin.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sidang Korupsi K3: 'Sultan Kemnaker' Sebut Noel Ebenezer Telepon Minta Ducati
Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha
SIDANG KORUPSI KEMNAKER — Terdakwa Irvian Bobby Mahendro memberikan kesaksian dalam sidang dugaan gratifikasi dan pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/5/2026). Bobby, yang merupakan mantan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Kemnaker, memaparkan detail dugaan pemberian satu unit motor Ducati kepada mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel. 
Ringkasan Berita:
  • Terdakwa Irvian Bobby Mahendro membeberkan kronologi permintaan motor sport premium Rp600 juta oleh mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer.
  • Uang pembelian diduga berasal dari akumulasi selisih biaya sertifikasi K3 yang digelembungkan dari Rp275 ribu menjadi Rp6 juta per dokumen.
  • Motor Ducati Scrambler biru dongker tersebut dikirim menggunakan jasa towing langsung ke kediaman pribadi Noel di Depok.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Persidangan kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali mengungkap fakta baru.

Terdakwa Irvian Bobby Mahendro—mantan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Kemnaker tahun 2022-2025—memaparkan detail mengenai dugaan pemberian satu unit motor mewah merek Ducati kepada mantan Wakil Menteri, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026), sosok yang dijuluki 'Sultan Kemnaker' ini membeberkan komunikasi yang terjadi antara dirinya dengan Noel terkait pengadaan kendaraan tersebut.

Konfirmasi Melalui Sambungan Telepon

Di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bobby menjelaskan bahwa awalnya ia menganggap obrolan mengenai hobi otomotif hanyalah pembicaraan biasa. Namun,

Bobby mengaku persepsinya berubah setelah menerima komunikasi lanjutan dari pihak Noel.

"Pada saat itu saya kaget tapi saya berpikir apakah benar. Kemudian beberapa hari kemudian saya ditelepon oleh Pak Immanuel, menanyakan kembali soal motor tersebut. Dari situ saya baru yakin bahwa yang bersangkutan memang meminta motor," terang Bobby dalam kesaksiannya.

Bobby merinci dialog awal saat Noel bertanya, "Bob, main motor ya?" yang berlanjut pada diskusi mengenai tipe kendaraan yang sesuai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya sampaikan mungkin jenis Ducati Scrambler cocok. Saya tunjukkan modelnya dari internet dan beliau merespons, 'Oh, oke juga ini'," tambahnya.

Baca juga: KPK Pastikan Prabowo Sudah Lapor LHKPN, Ungkap Alasan Belum Tayang di Situs Kekayaan

Detail Transaksi dan Pengiriman

Sebagaimana telah disampaikan pada persidangan sebelumnya (20/4/2026), Bobby akhirnya memesan unit Ducati Scrambler seharga Rp600 juta di dealer kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dana tersebut diklaim berasal dari "uang non-teknis" hasil penggelembungan biaya sertifikasi K3 yang dikumpulkan secara ilegal di bawah kewenangannya saat itu.

Untuk menjaga privasi, motor berwarna biru dongker dengan nomor polisi B 4225 SUQ itu dikirim menggunakan jasa towing (truk derek gendong) langsung ke rumah pribadi Noel di wilayah Depok.

"Saya sudah konfirmasi ke Pak Immanuel bahwa motor sudah diterima," tegas Bobby menjawab pertanyaan hakim.

Duduk Perkara Skandal Kemnaker

Dalam perkara periode 2021-2025 ini, Noel didakwa menerima total aliran dana mencapai Rp3,3 miliar beserta unit motor tersebut.

Atas hal itu, Noel dijerat dengan pasal pemerasan (12e) dan pasal gratifikasi (12B) Undang-Undang Tipikor.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas