Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Epidemiolog BRIN: Hantavirus Menular Melalui Hubungan Seksual dan ASI, Bukan dari Droplet

Penularan paling tinggi adalah hubungan seksual, kemudian ibu ke anak melalui ASI atau penularan ibu ke janin saat ibu hamil terinfeksi hantavirus.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Epidemiolog BRIN: Hantavirus Menular Melalui Hubungan Seksual dan ASI, Bukan dari Droplet
cruisemapper
KAPAL MV HONDIUS. Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. 
Ringkasan Berita:
  • Hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia
  • Penularan hantavirus bisa terjadi antara manusia dengan manusia melalui hubungan seksual, ASI dan ibu hamil yang terinfeksi.
  • Hantavirus ternyata sudah ada di Indonesia sejak dua tahun terakhir ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hantavirus dikabarkan sudah terdeteksi di Indonesia. Ada dua suspek hantavirus yakni di Jakarta dan Yogyakarta.

Namun demikian hantavirus ternyata sudah ada di Indonesia sejak dua tahun terakhir ini. Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan sepanjang tahun 2024 hingga 2026 ada 23 kasus terkonfirmasi positif hanta virus dengan jumlah korban yang meninggal ada tiga orang.

Sebanyak 23 kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, yakni DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Rinciannya, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta masing-masing mencatat enam kasus positif, Jawa Barat lima kasus, sementara Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Banten, Sulawesi Utara, NTT, dan Jawa Timur masing-masing satu kasus.

Terkait hal tersebut Profesor Riset BRIN Bidang Epidemiologi dan Biostatistik, Prof Masdalina Pane, mengatakan probabilitasnya hantavirus untuk sangat menular hanya 10 persen.

Baca juga: Virus Hanta Bukan Virus Baru, Pakar Jelaskan Cara Penularan hingga Gejala Awalnya

Hantavirus pun kata Prof Masdalina juga tidak sama dengan Covid-19 tingkat penularannya. Hantavirus hanya bisa menular melalui kontak yang sangat dekat dengan orang yang terinfeksi hantavirus sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Penularannya juga berbeda, kalau covid kan droplet ya kalau hanta penularannya close contact membutuhkan kontak yang berkualitas," ujar Prof Masdalina dalam wawancara Podcast dengan Tribun, Jumat(8/5/2026).

Penularan hantavirus bisa terjadi antara manusia dengan manusia melalui hubungan seksual, ASI dan ibu hamil yang terinfeksi.

"Yang berkualitas itu yang paling tinggi adalah hubungan seksual kemudian penularan ibu ke anak melalui ASI atau penularan ibu ke janin saat ibu hamil yang terinfeksi hantavirus," ujarnya.

"Walaupun demikian kita tidak boleh panik tapi harus tetap waspada," tambah Prof Masdalina.

Hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan seringkali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung jenis virus dan lokasi geografis.

Di Amerika, infeksi diketahui menyebabkan sindrom kardiopulmoner hantavirus (HCPS), suatu kondisi yang berkembang pesat dan memengaruhi paru-paru dan jantung, sedangkan di Eropa dan Asia hantavirus diketahui menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS), yang terutama memengaruhi ginjal dan pembuluh darah.

Meskipun tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit hantavirus, perawatan medis suportif sejak dini sangat penting untuk meningkatkan angka harapan hidup dan berfokus pada pemantauan klinis yang ketat serta penanganan komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal. Pencegahan sebagian besar bergantung pada pengurangan kontak antara manusia dan hewan pengerat yang terinfeksi.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas