Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat Air Bersih Masih Langka, 70 Sumur Dibangun dari Aceh

Akses air bersih masih menjadi persoalan di sejumlah desa. Dari Aceh, pembangunan 70 sumur mulai dijalankan hingga Papua.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
zoom-in Saat Air Bersih Masih Langka, 70 Sumur Dibangun dari Aceh
HO/IST
AIR BERSIH DESA – Pembangunan sumur air bersih di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Aceh, menjadi titik awal program pembangunan 70 sumur desa di berbagai daerah Indonesia. Program tersebut ditargetkan memperluas akses air bersih bagi warga desa dari Aceh hingga Merauke. 
Ringkasan Berita:
  • Pembangunan sumur dimulai dari desa di Aceh Besar
  • Sebanyak 70 titik sumur disiapkan hingga Papua
  • Ribuan warga desa ditarget mendapat akses air bersih

TRIBUNNEWS.COM, ACEH BESAR – Di sejumlah wilayah pedesaan, air bersih masih menjadi kebutuhan dasar yang belum mudah dijangkau warga. Saat musim kemarau tiba, sebagian warga di desa masih mengandalkan sumur lama dan pasokan air terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, pembangunan sumur air bersih kini mulai dijalankan untuk memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat desa yang selama ini mengalami keterbatasan air layak.

Lokasi tersebut menjadi titik awal program pembangunan 70 sumur air bersih yang akan tersebar di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” itu dijalankan melalui kolaborasi antara Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan PT SUCOFINDO (Persero).

Pembangunan sumur direncanakan menjangkau 70 titik di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Program tersebut diproyeksikan dapat memberikan manfaat langsung bagi sekitar 3.500 hingga 7.000 warga desa, terutama di daerah yang masih kesulitan memperoleh akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Ketua Umum organisasi desa tersebut, Indra Utama mengatakan kebutuhan air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat desa.

Rekomendasi Untuk Anda

“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi kesehatan,” ujar Indra, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan program tersebut diharapkan dapat membantu memperluas pembangunan hingga ke desa-desa yang masih membutuhkan akses air layak.

Menurutnya, inisiatif itu juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin ke-6 mengenai akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat.

Baca juga: Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Jadi Tersangka Korupsi, Pernah Viral karena Jalan Rusak

Jangkau Desa yang Kesulitan Air Bersih

Ketua Dewan Pengawas organisasi tersebut, Reda Manthovani menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan tepat sasaran.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dapat membantu mempercepat pemerataan layanan dasar di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program yang dijalankan.

Sementara itu, Direktur Utama SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan pembangunan sumur air bersih dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung penyediaan layanan dasar bagi masyarakat desa.

Menurut Sandry, memasuki usia ke-70 tahun, perusahaan tersebut ingin memastikan program yang dijalankan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.

“Kami berharap kehadiran perusahaan tidak hanya dirasakan melalui layanan bisnis, tetapi juga melalui kebutuhan masyarakat,” kata Sandry.

Baca juga: Biaya Cuci Pemprov Kaltim Rp450 Juta, Pemilik Laundry: Permintaan Pelayanan Super Cepat

Ia mengatakan program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian SDGs, terutama terkait akses air bersih dan pembangunan desa berkelanjutan.

Program pembangunan sumur air bersih tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan selesai bertepatan dengan perayaan HUT ke-70 perusahaan itu pada 22 Oktober 2026.

Sandry berharap kolaborasi antara perusahaan dan organisasi desa dapat memperkuat dukungan terhadap pembangunan desa yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas