Prabowo: Kita Dihina dan Difitnah Karena Kita Menegakkan Kebenaran
Prabowo meminta seluruh jajarannya, terutama para penegak hukum, untuk tidak gentar.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan berita
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan berbagai hinaan, ejekan, dan fitnah terhadap dirinya serta jajaran pemerintah muncul karena langkah pemerintah dianggap mengancam pihak-pihak tertentu lewat penegakan kebenaran dan keadilan.
- Dalam sambutannya di Gedung Kejaksaan Agung, Prabowo meminta aparat penegak hukum dan satgas penertiban kawasan hutan tidak takut terhadap tekanan maupun ancaman saat menyelamatkan aset negara.
- Meski demikian, ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak euforia atau sombong atas pencapaian yang diraih dan tetap rendah hati dalam menjalankan tugas untuk rakyat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa berbagai hinaan dan fitnah yang menerpa dirinya dan jajarannya karena dirinya telah menegakkan kebenaran dan keadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan aset negara di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Prabowo meminta seluruh jajarannya, terutama para penegak hukum, untuk tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang merasa terganggu oleh upaya penyelamatan kekayaan negara.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai serangan terhadap pemerintah justru menjadi indikator bahwa tindakan yang diambil sudah berada di jalur yang benar.
"Jangan takut diancam, jangan takut dihina, jangan takut difitnah. Kita difitnah, kita dihina, kita diejek karena kita ditakuti. Kita ditakuti karena kita menegakkan kebenaran dan keadilan saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.
Prabowo mengingatkan bahwa perjuangan membela rakyat adalah tugas mulia yang harus dilaksanakan dengan penuh keberanian.
Ia meminta para petugas yang tergabung dalam berbagai satuan tugas penertiban kawasan hutan untuk tetap optimis meskipun banyak pihak yang tidak menyukai langkah tegas mereka.
"Mereka yang membela kebenaran dan keadilan mereka mulia. Kalaupun kita gugur janganlah pernah takut gugur karena itu satu-satunya kepastian di dunia ini," tegas Presiden.
Lebih lanjut, Eks Danjen Kopassus itu juga berpesan agar bangsa Indonesia tidak menjadi sombong atas berbagai pencapaian yang ada.
Ia mengingatkan filosofi nenek moyang tentang pentingnya kerendahan hati seiring dengan meningkatnya kekuatan dan kapasitas diri.
"Kita jangan euforia, kita tidak boleh sombong. Ilmu nenek moyang kita, semakin berisi semakin menunduk ya kan," pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri dan menyaksikan acara penyerahan uang denda administratif serta lahan kawasan hutan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Prabowo menyaksikan penyerahan denda administratif Rp 10.270.051.886.464 dan lahan kawasan hutan 2.373.171,75 hektar.
Dalam acara tersebut turut hadir sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, antara lain Bahlil Lahadalia, Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta CEO Danantara Rosan Roeslani.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan pentingnya keberanian aparat dalam menegakkan hukum dan menyelamatkan kekayaan negara.