Prabowo Sebut Gaji Menteri dan Jenderal Kecil: Jangan Lihat ke Atas
Prabowo singgung gaji menteri dan jenderal kecil, lalu minta pejabat melihat rakyat lebih susah
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Prabowo singgung gaji menteri dan jenderal saat bicara kondisi rakyat miskin Indonesia
- Presiden minta pejabat tak membandingkan hidup dengan kelompok yang lebih berada terus
- Gaji hakim dinaikkan hampir 300 persen demi menjaga integritas penegak hukum nasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut gaji pejabat negara, mulai dari jenderal hingga menteri, masih relatif kecil. Namun, ia meminta para pejabat tetap melihat kondisi masyarakat yang hidup lebih sulit dan berada di garis kemiskinan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberi sambutan di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Dalam suasana formal yang dihadiri jajaran kabinet, petinggi TNI-Polri, dan pejabat penegak hukum, Prabowo menyinggung pentingnya rasa syukur di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum merata.
"Saya mengerti jenderal-jenderal, pejabat-pejabat, menteri-menteri saya tahu, saya tahu gaji kalian kecil relatif. Tapi dibandingkan rakyat yang paling miskin saudara-saudara ya jadi jangan lihat ke atas lihat mereka yang lebih susah dari kalian," ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam konteks perbaikan sistem kesejahteraan di lingkungan yudikatif dan eksekutif.
Menurut Prabowo, pemerintah saat ini tengah berupaya memperkuat integritas aparat penegak hukum melalui peningkatan kesejahteraan.
Salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah adalah menaikkan gaji hakim hingga hampir 300 persen.
Baca juga: Prabowo: Kita Dihina dan Difitnah Karena Kita Menegakkan Kebenaran
Prabowo menilai penghasilan yang layak menjadi faktor penting agar aparat penegak hukum, khususnya hakim, tidak mudah dipengaruhi maupun disuap.
"Kesejahteraan hakim-hakim kita harus kita hormati, harus dipilih dengan baik dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya hakim-hakim kita tidak bisa disogok," tegasnya.
Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menekankan bahwa pejabat negara perlu menjaga empati sosial dan tidak terjebak membandingkan kondisi ekonomi dengan kelompok yang lebih berada.
Ia meminta para pejabat melihat langsung kondisi masyarakat bawah yang masih menghadapi kesulitan hidup sehari-hari.
Pidato itu menjadi bagian dari pesan Prabowo mengenai pentingnya integritas, kesejahteraan aparat, dan kepekaan sosial di tengah upaya pemerintah memperkuat sistem hukum dan tata kelola negara.