Adaptasi, Kreativitas dan Kepemimpinan Jadi Keterampilan Wajib Lulusan Perguruan Tinggi Masa Depan
Kampus perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan yang lebih luas dibanding sekadar kompetensi akademik
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Rektor Universitas Mercu Buana Prof Andi Adriansyah menegaskan pendidikan tidak hanya soal profesi dan ekonomi, tetapi juga membentuk berpikir kritis, adaptasi, dan keseimbangan sosial
- Dunia pendidikan tinggi kini menghadapi tantangan baru seiring berkembangnya teknologi digital, kecerdasan buatan, hingga perubahan pola kerja global
- Kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, komunikasi, hingga kepemimpinan menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi di masa depan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian profesi dan ekonomi, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, daya adaptasi, hingga keseimbangan dalam kehidupan sosial.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Mercu Buana, Prof Andi Adriansyah M Eng saat Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma ke-60, Sarjana ke-64, Magister ke-51, dan Doktor ke-11 periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta belum lama ini.
Menurut Andi, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi dan menghadirkan solusi di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
“Pendidikan memang membuka akses terhadap pekerjaan dan kesempatan ekonomi. Namun lebih dari itu, pendidikan membentuk kemampuan berpikir kritis, memperkuat kendali atas masa depan, menumbuhkan keseimbangan emosional, serta memperluas kapasitas seseorang untuk memberi makna bagi kehidupan,” ujar Andi seperti dikutip, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai dunia pendidikan tinggi kini menghadapi tantangan baru seiring berkembangnya teknologi digital, kecerdasan buatan, hingga perubahan pola kerja global.
Karena itu, kampus dinilai perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan yang lebih luas dibanding sekadar kompetensi akademik.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, komunikasi, hingga kepemimpinan menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi di masa depan.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang kompeten secara teknis. Kita harus membentuk manusia yang utuh, adaptif, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memperkenalkan slogan baru Education to Improve Quality of Life yang menjadi penanda arah pengembangan pendidikan yang lebih menekankan dampak sosial dan kualitas hidup lulusan.
Menurut Andi, makna kualitas hidup dalam konteks pendidikan jauh melampaui aspek ekonomi maupun profesi.
Baca juga: 17 Mahasiswa Timor Leste Tempuh Pendidikan di Universitas Mercu Buana
Pendidikan, kata dia, juga berkaitan dengan kemampuan seseorang membangun relasi sosial, menjaga kesehatan mental, serta berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Pendidikan harus menjadi akar yang menguatkan seluruh dimensi kehidupan manusia. Dari sana lahir pribadi-pribadi yang tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup dirinya, keluarganya, dan masyarakat luas,” tuturnya.
Ia menambahkan, di tengah era disrupsi teknologi dan kompleksitas global, pendidikan tinggi dituntut berperan sebagai kekuatan transformasional yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Implementasi slogan baru tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem pendidikan kolaboratif, digitalisasi pembelajaran, perluasan jejaring internasional, hingga pengembangan fasilitas penunjang pembelajaran holistik.
Selain penguatan akademik, universitas juga mendorong pengembangan keseimbangan antara kemampuan intelektual dan kesehatan fisik mahasiswa melalui penyediaan fasilitas olahraga dan aktivitas penunjang nonakademik.