Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo: Maaf, Bung Karno Bukan Milik Satu Partai

Prabowo Subianto menyatakan dia banyak memetik pelajaran berharga dari ajaran-ajaran yang ditinggalkan oleh Bung Karno. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Erik S
zoom-in Prabowo: Maaf, Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
HO/IST/Dok Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proklamator sekaligus Presiden ke-1 RI, Soekarno atau Bung Karno, merupakan pahlawan milik seluruh bangsa Indonesia dan bukan milik satu partai politik tertentu.  
Ringkasan Berita:
  • Prabowo menegaskan Bung Karno milik seluruh bangsa Indonesia, bukan satu partai politik tertentu.
  • Ia menyebut tokoh kemerdekaan seperti Bung Hatta dan Sutan Sjahrir juga milik seluruh rakyat Indonesia.
  • Prabowo menekankan pentingnya persatuan, penghormatan sejarah, serta nilai kepemimpinan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proklamator sekaligus Presiden ke-1 RI, Soekarno atau Bung Karno, merupakan pahlawan milik seluruh bangsa Indonesia dan bukan milik satu partai politik tertentu. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi.

Dalam pidatonya, ketua umum Partai Gerindra itu menyatakan dia banyak memetik pelajaran berharga dari ajaran-ajaran yang ditinggalkan oleh Bung Karno

Oleh karena itu, ia meluruskan pandangan publik dengan menegaskan bahwa figur proklamator tersebut merupakan aset nasional yang melintasi sekat-sekat kelompok politik.

"Sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajaran yang Bung Karno. Jadi, maaf Bung Karno bukan milik satu partai. Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia," ujar Presiden Prabowo.

Prabowo menambahkan, tidak hanya Bung Karno, tokoh-tokoh kemerdekaan lainnya seperti Mohammad Hatta hingga Sutan Sjahrir juga merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. 

Menurutnya, fondasi kekuatan besar Indonesia sebagai sebuah negara justru terletak pada kemampuan bangsa dalam menghargai dan menyerap energi positif dari seluruh tokoh pendahulu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bung Karno, Bung Hatta, milik seluruh rakyat Indonesia, semuanya. Syahrir, semua. Jadi kita, di situ kehebatan kita kalau kita mau hebat, kalau kita mau maju, ya. Jadi kita, ambil kekuatan dari semua pihak. Itu dahsyat Indonesia itu," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa nilai-nilai persatuan inilah yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen kepemimpinan nasional. Konsep menghormati sejarah dan merangkul semua pihak dinilai sebagai modal utama agar Indonesia mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan geopolitik dunia yang kian dinamis.

Baca juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Kolusi Aparat-Kapitalis Tidak Boleh Kita Teruskan

"Paham saya adalah paham pendiri bangsa kita. Kita hormati semua. 1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua," ucapnya.

Prabowo mengingatkan bahwa esensi utama budaya Indonesia adalah saling menghormati, baik kepada orang tua, guru, maupun para pahlawan. Sikap ini harus tercermin dalam pola kepemimpinan nasional yang sepenuhnya didedikasikan untuk melindungi dan memakmurkan rakyat kecil.

"Ajaran kita, ajaran kiai-kiai kita, ajaran orang tua kita adalah hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada tamu. Itulah Indonesia, bahwa kita hormat," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas