Doa Istri Terus Mengudara untuk Keselamatan Jurnalis Republika dan Delegasi Lain yang Ditahan Isrel
Dengan penuh harap-harap cemas, Istri Abeng, Denisa pun terus berupaya untuk mengupdate perkembangan terbaru terkait kondisi suaminya tersebut.
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Sejumlah delegasi dari Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan untuk membawa bantuan logistik dan obat-obatan termasuk jurnalis ditangkap oleh tentara Israel.
- Salah satunya Bambang Noroyono, seorang jurnalis dari media Republika yang saat ini hilang kontak akibat intercept yang dilakukan militer Israel di perairan dekat Gaza, Palestina.
- Dengan penuh harap-harap cemas, Istri Abeng, Denisa pun terus berupaya untuk mengupdate perkembangan terbaru terkait kondisi suaminya tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah delegasi dari Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan untuk membawa bantuan logistik dan obat-obatan termasuk jurnalis ditangkap oleh tentara Israel pada Senin (18/5/2026).
Salah satunya Bambang Noroyono atau yang dikenal Abeng, seorang jurnalis dari media Republika yang saat ini hilang kontak akibat intercept yang dilakukan militer Israel di perairan dekat Gaza, Palestina.
Baca juga: Komunikasi Terakhir Jurnalis Republika sebelum Ditangkap Tentara Zionis Israel, Kirim Video SOS
Dengan penuh harap-harap cemas, Istri Abeng, Denisa pun terus berupaya untuk mengupdate perkembangan terbaru terkait kondisi suaminya tersebut.
Tak banyak kata yang bisa disampaikan oleh Denisa terkait peristiwa itu. Hanya doa yang terus mengudara untuk keselamatan suami dan para delegasi Indonesia lain yang mengalami hal tersebut.
"Mohon doanya saja untuk keselamatan Abeng, Thoudy (Republika), dan seluruh Delegasi Indonesia untuk Global Sumud Flotilla," kata Denisa saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (19/5/2025).
Ia menyerahkan seluruh penanganan terhadap upaya pemulangan para delegasi termasuk suaminya itu kepada Pemerintah dan juga perusahaan media tempat suaminya bekerja.
Denisa belum berkenan untuk menceritakan soal sebelum Abeng memutuskan untuk kembali ikut dalam misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla tersebut.
"Untuk selanjutnya, silakan hubungi (koordinasi) dengan pihak Republika," singkatnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan sampai saat ini keberadaan jurnalis asal Indonesia dan kapal kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawanya masih belum diketahui. Kemlu menyatakan komunikasi dengan kapal dan para jurnalis terputus.
Sedikitnya ada 10 kapal yang tengah menjalankan misi kemanusiaan ditangkap oleh kapal dari pasukan Israel Defence Forces (IDF) saat berlayar di perairan Siprus, Mediterania Timur, termasuk kapal bernama Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
"Kapal yang membawa jurnalis An. Bambang Noroyono sampai saat ini masih belum dapat dihubungi dan belum diketahui status dari kapal, termasuk Sdr. Bambang Noroyono yang berada di kapal tersebut," ungkap Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalisnya yang Ditahan Israel
Selain jurnalis Bambang Noroyono, terdapat WNI lainnya bernama Andi Angga Prasadewa, delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) - Rumah Zakat, yang diketahui berada di kapal Josef.
Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh awak dan kapal tanpa terkecuali, dan menjamin keberlanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.
"Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," tambahnya.
Saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan oleh Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.
Langkah antisipatif dan kontingensi telah disiapkan guna memastikan keselamatan para WNI dan mempercepat proses pemulangan mereka.
Pemerintah RI menekankan bahwa perlindungan bagi setiap WNI, termasuk awak media yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, adalah prioritas utama pemerintah.
Terkini, Kemlu masih terus berupaya memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI dari berbagai sumber yang ada.
"Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi. Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," pungkasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.