Agenda Board of Peace Masih Jalan di Tempat, Amerika Sibuk Perang dengan Iran
TNI telah membentuk brigade-brigade untuk mendukung kebutuhan geostrategi dan geopolitik apabila inisiatif BoP dan ISF dijalankan.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan agenda Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF) bentukan Donald Trump saat ini sedang 'left behind' karena tingginya intensitas perang AS-Iran.
- TNI telah membentuk brigade-brigade untuk mendukung kebutuhan geostrategi dan geopolitik apabila inisiatif tersebut dijalankan.
- Satuan TNI yang telah disiapkan untuk misi perdamaian internasional tetap diberdayakan untuk memperkuat sistem pertahanan nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan agenda Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini sedang 'left behind' alias mandeg karena tingginya intensitas perang Amerika Serikat melawan Iran.
Sjafrie bilang, dinamika geopolitik di Timur Tengah membuat implementasi agenda BoP dan ISF belum berjalan sampai saat ini.
“Dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Iran yang sangat tinggi sehingga BoP cenderung left behind. Nah, karena BoP left behind, ISF juga left behind,” kata Sjafrie dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Sjafrie menjelaskan, Indonesia terlibat dalam kedua inisiatif tersebut. “Presiden Amerika Serikat membentuk yang namanya ISF, International Stabilization Force dan Indonesia masuk di dalamnya,” ujarnya.
Meski ISF belum berjalan, Sjafrie mengatakan TNI telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kebutuhan geostrategi dan geopolitik apabila inisiatif tersebut dijalankan.
“Panglima TNI sudah menyiapkan brigade-brigade composite untuk geostrategi dan geopolitik dari inisiatif Presiden Amerika Serikat,” ujarnya.
Tapi hingga kini Pemerintah Indonesia belum menerima arahan resmi terkait pelaksanaan operasional ISF. “Belum mendapatkan arahan implementasi, maka sampai dengan saat ini ISF kita masih standby, kita belum melakukan temu,” ungkap Sjafrie.
Sjafrie menambahkan, satuan TNI yang telah disiapkan untuk misi perdamaian internasional tetap diberdayakan untuk memperkuat sistem pertahanan nasional di dalam negeri.
“Tidak ada idle capacity bagi TNI. Walaupun dia disiapkan untuk kepentingan tugas-tugas perdamaian, tapi di dalam negeri dia dipersiapkan untuk tetap memperkuat center of gravity terhadap perkembangan sistem pertahanan negara di Indonesia,” ucapnya.
Dia mengatakan, brigade-brigade yang ada tetap menjalankan fungsi strategis pertahanan nasional sambil menunggu perkembangan situasi geopolitik internasional dan arahan implementasi ISF.