Prabowo Siap Bantu Turunkan Tarif Pajak Sementara Bagi Pengusaha yang Kesulitan akibat Krisis Global
Pemerintah siap memberikan bantuan berupa penurunan tarif pajak sementara bagi pelaku usaha yang tengah menghadapi kesulitan.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap memberikan bantuan berupa penurunan tarif pajak sementara bagi pelaku usaha yang tengah menghadapi kesulitan akibat tekanan krisis global.
- Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
- Prabowo mengimbau agar seluruh elemen ekonomi, baik pengusaha maupun serikat pekerja, dapat saling menahan diri dan membangun pengertian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap memberikan bantuan berupa penurunan tarif pajak sementara bagi pelaku usaha yang tengah menghadapi kesulitan akibat tekanan krisis global.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Prabowo Murka Lambatnya Izin Usaha RI: Malaysia Bisa 2 Minggu, Kenapa Kita Harus 2 Tahun, Memalukan!
Langkah ini diungkapkan Prabowo saat menyampaikan kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Kebijakan itu dirancang untuk menjaga stabilitas dunia usaha nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah sangat memahami kondisi berat yang sedang melanda ekonomi dunia.
Oleh karena itu, pintu komunikasi dibuka lebar bagi para pengusaha yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.
"Kita terbuka kalau ada pengusaha yang sulit lapor kepada kita, kalau dia minta penurunan tarif ya kita bantu ya untuk sementara. Jangan minta terus menerus penurunan tarif pajak. Kita mengerti krisis dunia kita mengerti, kita akan bantu," ujar Presiden Prabowo.
Prabowo mengimbau agar seluruh elemen ekonomi, baik pengusaha maupun serikat pekerja, dapat saling menahan diri dan membangun pengertian.
Eks Danjen Kopassus itu mengatakan pemerintah juga siap bekerjasama dengan para pengusaha.
Sebab selama ini, pemerintah sudah memberikan perlindungan sosial agar beban pengusaha tidak semakin berat.
"Pemerintah ingin bekerja sama. Kita banyak berikan perlindungan sosial supaya beban pengusaha juga tidak terlalu berat," jelasnya.
Selain menyiapkan skema bantuan operasional dan fiskal, Prabowo juga menginstruksikan seluruh jajaran menteri dan kepala badan untuk segera membersihkan instansi masing-masing dari praktik pungutan liar (pungli) agar iklim investasi negara menjadi lebih baik.
"Para pengusaha mengeluh mereka mengalami pungli-pungli yang banyak, saya ingatkan semua kepala badan menteri untuk segeta membersihkan birokrasinya masing masing. Jangan ragu ragu yang melanggar tindak," pungkasnya.