Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo di DPR: PDIP Ini Kadang Kritiknya Keras Banget, tapi Sebenarnya Dia Menyelamatkan Kita

Presiden Prabowo mengaku mendapatkan kritik keras dari kader PDIP atas pemerintahannya selama ini. Namun Prabowo menyadari ada maksud baik dibaliknya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto hadir di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026), untuk memberikan pidato dalam rapat paripurna soal penyampaian kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
  • Dalam pidatonya, Prabowo mengaku mendapatkan kritik keras dari kader PDIP atas pemerintahannya selama ini. Namun ia menyadari ada maksud baik dibaliknya.
  • Prabowo juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada PDIP, karena telah berjasa untuk demokrasi Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan perasaannya atas kritikan yang diberikan oleh Anggota PDIP atas pemerintahannya selama ini.

Hal itu diungkapkan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI yang digelar di Gedung DPR-MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2026).

Prabowo mengakui tidak semua partai politik masuk dalam koalisinya. Seperti PDIP yang memilih berada diluar pemerintahan.

Prabowo pun menghargai keputusan PDIP. Karena menurutnya dalam demokrasi tetap memerlukan adanya check and balances (pengawasan dan keseimbangan).

Bahkan di depan jajaran pimpinan dan anggota DPR RI, Prabowo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada PDIP, karena telah berjasa untuk demokrasi Indonesia.

"Memang tidak semua partai disini bagian dari pemerintah dan saya hormati, saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada diluar pemerintah."

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," kata Prabowo dalam pidatonya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2026), dilansir TV Parlemen.

Akui PDIP Kadang Berikan Kritik Keras untuk Pemerintahannya

PIDATO PRESIDEN - Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PIDATO PRESIDEN - Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (Tribunnews.com/Irwan Rismawan)

Prabowo mengaku, sebenarnya ia ingin bergotong-royong dengan semua partai politik yang ada untuk membangun Indonesia.

Ada juga keinginan Prabowo agar semua partai bisa bergabung ke pemerintahannya.

Namun Prabowo menyadari, hal itu mungkin tidak akan baik. Karena setiap pemimpin harus mau dikritik dan diawasi.

"Memang maunya saya itu gotong royong, kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi. Terimakasih atas pengawasan saudara," ungkap Prabowo.

Baca juga: Prabowo Ingin Indonesia Bikin Mobil hingga Ponsel Sendiri: Tak Boleh Jadi Pasar Negara Lain

Terkadang Prabowo juga merasa kader PDIP ini memberikan kritik yang keras untuk dirinya.

Meski demikian, Prabowo sadar dibalik kritikan keras PDIP itu ada maksud baik untuknya.

Terakhir, Prabowo pun mengucapkan terimakasih atas pengorbanan PDIP selama ini.

"Kadang-kadang malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar lama-lama, sebetulnya mungkin ada dasarnya."

"Ada pepatah yang mengatakan, kalau orang mengingatkan kita walaupun kita tidak suka diberi peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita."

"Jadi saya terimakasih, saya hormati pengorbanan kalian (PDIP)," pungkasnya.

Baca juga: Prabowo Siap Bantu Turunkan Tarif Pajak Sementara Bagi Pengusaha yang Kesulitan akibat Krisis Global

Prabowo Beri Pidato di Rapat Paripurna DPR

Presiden Prabowo Subianto hadir di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026), untuk memberikan pidato dalam rapat paripurna soal penyampaian kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Pantauan Tribunnews di lokasi, Prabowo tiba bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Keduanya kompak memakai setelan jas hitam dengan dasi berwarna biru muda.

Mereka langsung disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan sejumlah Wakil Ketua DPR RI, yaitu Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustofa, dan Sari Yuliati.

Dalam Rapat Paripurna DPR ini, Presiden Prabowo menyampaikan soal kerangka dan kebijakan ekonomi pemerintah ke depan. 

Prabowo pun menjadi Presiden RI pertama yang menyampaikan langsung kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal di dalam rapat paripurna DPR.

Baca juga: Prabowo Murka Lambatnya Izin Usaha RI: Malaysia Bisa 2 Minggu, Kenapa Kita Harus 2 Tahun, Memalukan!

Ketua Banggar DPR Bicara soal Kehadiran Prabowo di Rapat Paripurna 

PRABOWO HADIRI RAPUR DPR - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Said menjelaskan maksud kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Rapur DPR membahas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) APBN 2027.
PRABOWO HADIRI RAPUR DPR - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Said menjelaskan maksud kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Rapur DPR membahas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) APBN 2027. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah merespons soal kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Rapat Paripurna (Rapur) DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Kata Said, kehadiran Prabowo adalah untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada pasar soal keraguan stabilitas fiskal.

"Tentu punya makna yang dalam, yang pertama untuk menjawab keraguan pasar terhadap likuiditas fiskal, terhadap stabilitas fiskal, kemampuan fiskal kita, kesehatan fiskal kita, dan kontinuitas fiskal kita di APBN 2026," kata Said kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Barangkali keraguan itu akan dijawab dengan tuntas akan direspon oleh Bapak Presiden pada forum paripurna kali ini, itu yang pertama," sambung dia.

Said menyebut, dalam pidato tersebut nantinya Prabowo akan menjelaskan soal dampak yang mendasari perekonomian RI tertekan saat ini.

Baca juga: Prabowo Banggakan Kinerja Ekspor CPO, Batu Bara dan Ferroalloy yang Jadi Pendulang Devisa

Kata dia, hal yang mendasar kondisi saat ini terjadi di RI karena adanya tekanan besar dari geopolitik dan situasi global, khususnya perang yang melibatkan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

"Tentu Bapak Presiden juga akan menyampaikan bahwa apa yang kita alami saat ini tidak terlepas dari tekanan geopolitik dan situasi global, ya," ucap Said.

Legislator dari Fraksi PDIP tersebut juga menyatakan, Prabowo akan turut memberikan penjelasan soal langkah yang seharusnya dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam menyikapi melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

Prabowo juga diyakini Said, akan memberikan visi-misi terkait dengan arah kebijakan fiskal RI di tahun 2027 mendatang.

"Saya sungguh berharap Bank Indonesia hari ini dalam rapatnya bisa, suku bunga kita sendiri bisa naik di 50 atau 75 basis point untuk menahan gejolak rupiah kita. Itu pasti Bapak Presiden juga akan memberikan respon waktu itu," tandas dia.

(Tribunnews.com/Faryanida Putwiliani/Sanusi)

Baca berita lainnya terkait Sidang Paripurna DPR RI.

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas