Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu Sugiono Sebut Kelompok Bajak Laut Somalia yang Sandera WNI Sudah Dihubungi

Sugiono mengungkap pemerintah telah membuka jalur komunikasi langsung dengan kelompok bajak laut Somalia yang menyandera empat WNI.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menlu Sugiono Sebut Kelompok Bajak Laut Somalia yang Sandera WNI Sudah Dihubungi
HO/IST
BAJAK LAUT - Potret Menlu Sugiono. Ia mengungkap pemerintah telah membuka jalur komunikasi langsung dengan kelompok bajak laut Somalia yang menyandera empat WNI. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah telah membuka jalur komunikasi langsung dengan kelompok bajak laut Somalia yang menyandera 4 WNI
  • Komunikasi dilakukan untuk mengupayakan misi penyelamatan dan ekstraksi para WNI dari situasi penyanderaan yang mengancam keselamatan
  • Menlu mengatakan pemerintah bersama tim gabungan diplomatik saat ini masih mendalami dan membahas poin-poin ajuan dari pihak pembajak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkap pemerintah telah membuka jalur komunikasi langsung dengan kelompok bajak laut Somalia yang menyandera empat warga negara Indonesia (WNI). 

Keputusan ini diambil untuk mengupayakan misi penyelamatan dan ekstraksi para WNI dari situasi penyanderaan yang mengancam keselamatan mereka.

“Jadi kita juga sudah melakukan komunikasi termasuk dengan pembajak itu sendiri,” ujar Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Terkait poin-poin yang menjadi tuntutan atau permintaan dari kelompok pembajak Somalia tersebut, Sugiono menyatakan bahwa hal itu belum bisa diumumkan ke publik. 

Ia mengatakan pemerintah bersama tim gabungan diplomatik saat ini masih mendalami dan membahas poin-poin ajuan dari pihak pembajak.

“Itu masih dibahas," kata Sugiono saat ditanya mengenai isi permintaan dari para pembajak laut.

Baca juga: Kapal Berisi 4 ABK WNI Dibajak Perompak Somalia, Kemlu RI Terus Upayakan Penanganan

Sugiono menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penanganan intensif lintas perwakilan diplomatik.

Rekomendasi Untuk Anda

Berbeda dengan kasus penahanan WNI oleh militer Israel di kapal Global Sumud Flotilla yang merupakan masalah hukum blokade, kata Sugiono, pemerintah mengategorikan insiden di Somalia ini sebagai situasi penyanderaan murni atau hostage situation.

"Ini proses-proses penyelamatannya itu dilakukan, kita berkoordinasi juga dengan kedutaan. Jadi ada beberapa kedutaan kita yang terlibat, kedutaan kita di Nairobi, kemudian dalam rangka penyelamatan dan pengamanannya kita juga berkoordinasi dengan kedutaan kita di Pakistan, kemudian Konsulat Jenderal kita di Karachi untuk bisa, apa namanya, mengekstrak, kalau ini kasusnya memang ya penyanderaan gitu, ya hostage situation, ya," pungkasnya.

Baca juga: Perompak Somalia bangkit lagi – Laut adalah bisnis kami

Sekadar informasi, empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) di kapal tanker MT Honour 25 dibajak perompak di Somalia pada 21 April 2026.

Aksi pembajakan terjadi saat kapal MT Honour 25 mengirim bahan bakar dari Teluk ke Mogadishu, ibu kota Somalia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas